Ketidakpastian Politik Fed Redam Kenaikan Emas Meski Fundamental Masih Kuat
Harga emas dunia bergerak stabil setelah semapat membuat rekor tertinggi di level US$3.674 per ons pada pekan ini. Kenaikan ini ditopang oleh kombinasi faktor fundamental yang kuat, mulai dari prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pelemahan dolar AS, hingga derasnya permintaan investasi dan akumulasi emas oleh bank sentral global.
Laporan dari ANZ Group menunjukkan proyeksi harga emas akhir 2025 dapat mencapai US$3.800 per ons, bahkan berpotensi menyentuh US$4.000 pada pertengahan 2026. Dorongan utama datang dari meningkatnya aliran dana investasi, terutama ke instrumen berbasis emas. Data terbaru menunjukkan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Shares, mencatat arus masuk hingga US$5,5 miliar pada Agustus.
Selain itu, bank sentral—khususnya China—terus menambah cadangan emas, memperkuat tren permintaan jangka panjang. Bersamaan dengan itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed setelah data ketenagakerjaan AS melemah, semakin mempertebal daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Ketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik khususnya serangan terbaru Israel terhadap para petinggi Hamas yang berada di Qatar maupun perlambatan ekonomi, juga memperkuat minat investor terhadap emas sebagai safe haven.
Meski fundamental emas kuat, reli harga sempat tertahan setelah pengadilan menangguhkan keputusan pemecatan Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook. Penangguhan ini menimbulkan ketidakpastian baru mengenai arah kebijakan bank sentral AS, karena Cook dikenal sebagai figur dovish yang mendukung pelonggaran moneter. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar memilih wait and see, sehingga menahan laju kenaikan emas dalam jangka pendek.
Secara harga, level US$3.600 per ons tetap menjadi support psikologis utama, sementara resistance terdekat berada di area US$3.650–3.670 per ons. Jika harga berhasil menembus di atas resistance tersebut, tren bullish berpotensi berlanjut menuju proyeksi jangka menengah di US$3.800 per ons. Namun, jika gagal, peluang konsolidasi bahkan koreksi ringan bisa terjadi ke kisaran US$3.600–3.586 per ons.
Secara keseluruhan, fundamental emas masih sangat kuat dengan dukungan dari prospek suku bunga rendah, pelemahan dolar, serta permintaan investasi yang solid. Namun, sinyal teknikal jangka pendek memperingatkan potensi konsolidasi setelah reli tajam dalam beberapa pekan terakhir. Faktor politik, seperti kasus Lisa Cook, juga menjadi variabel tambahan yang menahan euforia pasar.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id