Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Semakin Kuat, EUR/USD Menguat
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak sedikit menguat pada perdagangan hari ini, menembus kisaran 1,1714–1,1750, didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).
Menurut survei terbaru Reuters, pasar kini menilai The Fed berpotensi memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini, bahkan dengan peluang tambahan pada awal 2026. Ekspektasi pelonggaran moneter ini membuat Dolar kehilangan daya tariknya di mata investor.
Rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS pekan lalu yang lebih lemah dari estimasi semakin menekan Greenback. Pasar juga menilai bahwa The FedWatch Tool menunjukkan hampir pasti adanya pemangkasan 25 basis poin pada September, dengan peluang sekitar 55% untuk tambahan pemangkasan pada Oktober.
Kondisi ini memberikan ruang lebih luas bagi euro untuk menguat. Analis memperkirakan EUR/USD bisa kembali menantang level psikologis 1,20, level tertinggi sejak 2021, apabila tren ini berlanjut.
Dari sisi teknikal, EUR/USD masih menunjukkan bias bullish. Ringkasan teknikal Investing.com pada timeframe harian hingga bulanan mengindikasikan Strong Buy, dengan mayoritas Moving Averages (MA) mendukung tren kenaikan.
Secara level harga, resistance terdekat berada di 1,1741. Jika mampu ditembus, EUR/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 1,1829. Sementara itu, area 1,1573 menjadi support kunci yang perlu dijaga. Penurunan di bawah level ini bisa memicu koreksi lebih dalam ke kisaran 1,1390.
Dengan kombinasi pelemahan Dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan dukungan teknikal yang kuat, pergerakan EUR/USD hari ini masih condong ke sisi penguatan. Investor disarankan tetap mewaspadai volatilitas, khususnya menjelang rilis data inflasi AS dan pernyataan dari pejabat bank sentral Eropa (ECB) dalam beberapa hari mendatang.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id