Emas On Fire, Bukan Karena Aksi Beli FOMO!
Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi baru setelah dorongan kuat dari kombinasi faktor moneter, geopolitik, hingga lonjakan permintaan fisik. Pergerakan ini menegaskan posisi emas sebagai salah satu aset paling dicari di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Salah satu pemicu utama kenaikan emas adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan inflasi mulai melandai sementara pertumbuhan ekonomi melambat, mendorong spekulasi bahwa bank sentral segera beralih ke kebijakan moneter yang lebih longgar. Kondisi ini membuat imbal hasil obligasi turun dan dolar AS melemah, sehingga investor lebih memilih beralih ke emas.
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik yang terus membara di kawasan Ukraina–Rusia, Taiwan–China, hingga Timur Tengah semakin memperkuat permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Arus masuk dana ke ETF berbasis emas juga meningkat, menandakan investor institusi mulai kembali memperbesar eksposur terhadap logam mulia.
Di sisi lain, permintaan fisik dari negara konsumen utama seperti India dan Tiongkok terus menunjukkan tren positif. Bahkan, sejumlah bank sentral negara berkembang aktif menambah cadangan emas sebagai bentuk diversifikasi dari dolar AS. Dukungan fundamental ini menjadikan reli emas semakin kuat, mendorong harga menembus level tertinggi sepanjang sejarah.
Dengan kombinasi pelemahan dolar, kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta ketegangan geopolitik yang belum mereda, para analis menilai momentum emas masih berpotensi berlanjut. Jika Federal Reserve memberi sinyal jelas soal pemangkasan suku bunga, emas berpeluang melanjutkan reli dan memperbarui rekor dalam waktu dekat.
Dari sisi teknikal, harga emas kini menguji resistance penting di area USD 3.550. Jika level tersebut berhasil ditembus, emas berpotensi melanjutkan reli menuju USD 3.580 hingga USD 3.600 per troy ounce. Sementara itu, support terdekat berada di kisaran USD 3.520, dan jika level ini tembus, koreksi sehat menuju USD 3.500–3.470 mungkin terjadi sebelum melanjutkan tren naik.(mrv)
Source : Newsmaker.id