Brent Masih Bertahan dari Tekanan Bearish
Harga minyak Brent dibuka menguat tipis ke level sekitar US$67,76 per barel pada perdagangan Senin (25/8), setelah serangan drone Ukraina menghantam infrastruktur energi Rusia, termasuk terminal ekspor Ust-Luga dan kilang Novoshakhtinsk.
Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran akan terganggunya suplai minyak dari salah satu eksportir utama dunia. Di sisi lain, sentimen global juga terdorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, yang dipandang dapat mendukung prospek permintaan energi ke depan.
Secara teknikal, meski fundamental cenderung mendukung penguatan, sinyal indikator masih menunjukkan tren bearish. Data dari Investing.com menempatkan mayoritas indikator seperti RSI, MACD, dan moving averages dalam zona Sell hingga Strong Sell.
Support terdekat berada di kisaran US$67,14 dan resistance di sekitar US$68,08. Hal ini menandakan bahwa harga Brent masih berpotensi tertekan jika gagal menembus resistance kunci, namun eskalasi geopolitik tetap menjadi faktor dominan yang bisa menahan pelemahan lebih lanjut.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id