Pasar Merespons Penurunan Stok dan Ketegangan AS–India
Harga minyak mentah Brent menunjukkan penguatan terbatas hari ini setelah sempat melemah ke posisi terendah lima minggu. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan stok minyak AS dan kekhawatiran baru atas ketegangan geopolitik global, khususnya antara AS dan India terkait pembelian minyak dari Rusia.
Pada perdagangan pagi ini, minyak Brent diperdagangkan di kisaran $67,09 hingga $67,50 per barel, menguat sekitar 0,4–0,6% dibanding hari sebelumnya. Sentimen positif datang dari laporan American Petroleum Institute (API) yang mencatat penarikan persediaan minyak mentah sebesar 4,2 juta barel dalam sepekan terakhir — jauh melebihi ekspektasi analis. Data ini mengindikasikan adanya permintaan kuat dari pasar domestik AS, menjelang akhir musim panas.
Ketegangan juga meningkat setelah pemerintah AS mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif hingga 50% terhadap India, buntut dari keputusan New Delhi untuk tetap membeli minyak Rusia. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar bahwa rantai pasok energi global kembali terganggu, terutama jika negara lain turut dikenai sanksi serupa.
Meski harga naik, pasar tetap berhati-hati. OPEC+ dijadwalkan akan meningkatkan produksi hingga 547 ribu barel per hari mulai September, yang berpotensi menambah tekanan ke harga dalam jangka menengah.
Secara teknikal, indikator seperti Moving Average (MA) jangka pendek dan panjang masih menunjukkan sinyal bearish, dengan rating “Strong Sell” dari sejumlah platform analisis. Level support terdekat berada di $67,30, dan jika ditembus, harga berpotensi turun ke kisaran $62–$64. Sebaliknya, jika berhasil rebound, resistance berikutnya berada di area $70–$72.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id