Sentimen Safe Haven Meningkat, Faktor Pendukung Kembali Mencuat
Harga emas Kembali mendapatkan dorongan yang kuat dari beberapa faktor pendukungnya yang sempat memudar. Isu pemangkasan suku bunga The Fed Kembali mencuat setelah laporan dari sektor tenaga kerja mengalami penurunan yang signifikan.
Data NFP AS yang lemah pada akhir Juli telah mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September, memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Inflasi & Kebijakan AS: Kekhawatiran terhadap inflasi yang disebabkan tarif perdagangan dan ketidakpastian kebijakan AS (termasuk kritik terhadap independensi The Fed) memperkuat minat investor pada aset safe haven seperti emas.
Permintaan global meningkat: Pembelian emas oleh bank sentral dan ETF meningkat signifikan di Q2 2025 (naik 45 % dari tahun sebelumnya) sebagai respons terhadap volatilitas pasar global.
Forecast bullish, Citi menaikkan proyeksi harga emas ke $3.500–$3.600 per oz dalam 3 bulan kedepan, berdasarkan pelemahan ekonomi AS, inflasi tarif, dan pelemahan dolar.
Secara fundamental, kondisi global saat ini sangat mendukung emas—berkat inflasi, pelemahan APBN AS, ketidakstabilan geopolitik, dan ekspektasi suku bunga turun.
Resistance kunci berada di sekitar $3.380–$3.400/oz, dengan breakout di atas itu berpotensi membuka target $3.500–$3.600 sesuai forecast Citi. Sementara Di sisi downside, support teknikal pertama ada di kisaran $3.300/oz; kegagalan menahan level ini dapat memicu koreksi ke bawah wilayah konsolidasi $3.200–$3.150.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id