Minyak Terjebak di Antara Tekanan Politik dan Lonjakan Produksi
Presiden Trump memberlakukan tarif baru efektif per 1 Agustus pada banyak negara, termasuk sanksi potensi terhadap pembeli minyak Rusia seperti India dan Cina. Ini menciptakan ketidakpastian dan potensi gangguan pasokan global—menopang harga minyak ke atas.
Ancaman tarif sekunder hingga 100% bagi negara yang terus membeli minyak Rusia (China, India) meningkatkan risiko pasokan global semakin terbatas, yang mendukung harga minyak
Semantara itu di sisi lain OPEC+ terus menaikkan produksi—diproyeksikan tambahan hingga 548.000 barrel per hari pada Agustus–September. Dukungan geopolitik menyeimbangkan peningkatan pasokan ini sehingga harga bertahan stabil
Cadangan minyak mentah AS naik tak terduga sekitar 7,7 juta barel dalam seminggu terakhir, namun cadangan bensin turun tajam—pertanda permintaan bensin tetap kuat meski pasokan minyak luas. Ini menciptakan campuran sinyal fundamental ke pasar
Pasar masih dalam holding pattern: sinyal fundamental mendukung harga, tapi technical momentum belum cukup kuat untuk breakout.
Jika harga menembus ke atas $71 dan bergerak ke atas resistance di $72–74, ada potensi rebound lebih lanjut.
Area support berada di sekitar $69 dan jika di break, potensi turun menuju $67–65 terbuka.
Dari teknikal masih menunjukkan ketidakpastian: sinyal campuran.
Fundamental: ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan menopang harga, tapi kenaikan produksi dan resesi permintaan tetap mengganggu.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id