Tertekan Tapi Tak Tumbang, Emas Bertahan Jelang Keputusan The Fed
Harga emas dunia pada perdagangan pagi ini masih bergerak dalam kisaran sempit, menandakan fase konsolidasi pasar menjelang sejumlah katalis besar. Emas spot (XAU/USD) bertahan di kisaran US$3.300 – 3.350 per troy ounce, setelah sempat menguji support teknikal penting seiring pelemahan dolar dan ketidakpastian geopolitik global.
Sejumlah faktor mendukung harga emas dari sisi fundamental. Ketegangan yang terus berlangsung antara China dan Taiwan, konflik di Ukraina, serta ketidakpastian atas hasil negosiasi tarif AS–China mendorong investor mencari aset lindung nilai seperti emas.
Selain itu, tekanan terhadap dolar AS akibat tingginya utang pemerintah serta potensi perubahan arah kebijakan The Fed membuat emas makin menarik. Menurut survei dari World Gold Council, pembelian emas oleh bank sentral global juga masih tinggi. Sekitar 95% bank sentral di dunia kini menjadikan emas sebagai bagian dari strategi cadangan devisa mereka.
Dari sisi teknikal, emas saat ini cenderung bergerak sideways, dengan level support terdekat berada di US$3.275 – 3.280, dan resistance utama di US$3.350 – 3.365, dengan indikator RSI menunjukkan sinyal melemah menuju zona oversold.
Jika harga mampu menembus resistance di atas US$3.365, maka ada peluang untuk melanjutkan kenaikan ke kisaran US$3.380 – 3.400. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membawa harga turun ke zona kunci US$3.240 – 3.250.
Dengan latar belakang fundamental yang tetap bullish dan teknikal yang menunjukkan konsolidasi, pasar emas menunggu data ekonomi penting lain dari Amerika pada minggu ini untuk melihat arah kebijakan moneter dari The Fed. Fokus utama pelaku pasar adalah keputusan suku bunga The Fed dan perkembangan lanjutan dalam perundingan dagang AS–China yang berpotensi memperpanjang masa perundingan tarif.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id