Investor Waspada! Emas Bisa Tembus $3.400 atau Anjlok ?
Pergerakan harga emas dunia stabil pada perdagangan hari ini, Selasa (15/7), saat pelaku pasar mengalihkan fokus ke data inflasi utama Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Selasa malam waktu Indonesia. Emas tetap mendapat dukungan dari sentimen safe-haven di tengah ketidakpastian global, meskipun dolar AS menguat mendekati level tertingginya dalam tiga pekan.
Harga emas spot tercatat di kisaran $3.350 per ons, turun tipis 0,1% dari sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS juga sedikit melemah ke $3.359,1 per ons. Meski terkoreksi, emas masih mencatatkan kenaikan lebih dari 27% sepanjang tahun ini, ditopang oleh permintaan bank sentral dan meningkatnya kekhawatiran geopolitik.
Seorang analis dari TD Securities, Bart Melek, menyatakan bahwa tekanan pada emas saat ini lebih disebabkan oleh aksi ambil untung setelah reli signifikan beberapa pekan terakhir. “Namun secara keseluruhan, permintaan emas tetap tinggi, terutama menjelang rilis data inflasi yang krusial bagi arah kebijakan suku bunga The Fed,” katanya.
Data inflasi Konsumen (CPI) AS bulan Juni akan menjadi perhatian utama investor. Survei Reuters memperkirakan inflasi tahunan naik ke 2,7% dari sebelumnya 2,4%, sementara inflasi inti diperkirakan naik ke 3,0%. Jika angka aktual lebih tinggi dari ekspektasi, tekanan terhadap The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga akan meningkat—suatu kondisi yang biasanya membatasi laju kenaikan emas.
Dari sisi teknikal, harga emas masih mempertahankan tren bullish jangka menengah. Emas diperdagangkan sekitar $3.346–$3.355 pada sesi hari ini, Support kunci berada di kisaran $3.330–$3.335. Untuk Resistance di rentang $3.385–$3.400; penutupan harian di atas $3.360 bisa memicu rally menuju level ini.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id