Minyak Bisa Turun Lagi, Ungkap Alasannya!
Harga minyak dunia mengalami penurunan kecil pada perdagangan Rabu (8/7) pagi di sesi Asia, menyusul keputusan OPEC+ untuk menambah pasokan secara signifikan pada Agustus mendatang. Meski permintaan masih relatif kuat di tengah musim liburan dan gangguan pasokan dari Iran, pasar tetap mencermati potensi surplus global dalam beberapa bulan ke depan.
OPEC+ mengumumkan peningkatan output sebesar 548.000 barel per hari (bpd) mulai Agustus 2025. Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka pendek untuk mempertahankan pangsa pasar, namun menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan global.
“Langkah Arab Saudi mencerminkan strategi berisiko tinggi—mengorbankan harga demi mempertahankan dominasi,” tulis Reuters dalam laporannya.
Badan Informasi Energi AS (EIA) menurunkan proyeksi produksi minyak AS tahun 2025 menjadi 13,37 juta bpd, sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Perlambatan aktivitas di ladang shale memberi sedikit keseimbangan terhadap kenaikan pasokan OPEC+.
Amerika Serikat mengumumkan sanksi tambahan terhadap ekspor minyak Iran, yang bisa mengganggu sekitar 1,5% pasokan global jika benar-benar efektif. Meskipun pelaksanaannya masih belum ketat, sentimen geopolitik ini tetap menjadi faktor yang menahan penurunan harga lebih dalam.
Untuk pergerakan jangka pendeknya pergerakan harga minyak mentah diprediksi akan bergerak sideways dengan kecendrungan bearish sementara untuk jangka menengahnya masih dalam fase koreksi dari $72.50.(mrv)
Source : Newsmaker.id