Satu Gerakan Lagi, Emas Bisa Loncat atau Ambruk!
Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Selasa (8/7) pagi, menyusul meredanya kekhawatiran pasar atas eskalasi perang dagang setelah Amerika Serikat dikabarkan menunda penerapan tarif tambahan selama tiga minggu ke 1 Agustus 2025. Langkah ini memberikan kelegaan sementara bagi pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi aman di aset lindung nilai seperti emas.
Per pukul 08.00 WIB, harga spot emas tercatat di level US $3.332,70 per troy ounce, turun sekitar 0,11% dari penutupan sebelumnya.
“Perpanjangan tenggat tarif memberi sinyal bahwa masih ada ruang untuk negosiasi, dan ini cukup untuk menekan permintaan emas secara jangka pendek,” mengutip pernyataan Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
Selain kabar penundaan tarif, optimisme pasar terhadap kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara AS dan mitra dagangnya, termasuk Uni Eropa dan Meksiko, turut menurunkan ketegangan geopolitik. Hal ini menyebabkan investor mulai beralih kembali ke aset-aset berisiko, seperti saham dan obligasi korporasi, sehingga mengurangi minat terhadap emas.
Meskipun ketegangan tarif mereda, perhatian pasar kini tertuju pada risalah rapat FOMC yang akan dirilis pekan ini. Investor ingin melihat sinyal terbaru dari Federal Reserve terkait arah kebijakan suku bunga, terutama setelah data tenaga kerja AS minggu lalu menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih cukup kuat.
Apabila The Fed tetap mempertahankan sikap hawkish atau memperlambat penurunan suku bunga, maka potensi kenaikan harga emas akan terbatas.
Harga emas pagi ini bergerak melemah seiring turunnya permintaan safe haven pasca penundaan tenggat tarif AS. Namun, dengan ketidakpastian makroekonomi global dan belum jelasnya arah kebijakan moneter The Fed, potensi volatilitas masih terbuka lebar.
Investor disarankan untuk tetap mewaspadai perkembangan geopolitik dan pernyataan resmi bank sentral AS dalam beberapa hari ke depan sebagai pemicu arah harga emas selanjutnya.
Resistance hari ini teridentifikasi di level $3.353–3.416, sementara support hari ini berada di $3.307-$3.232.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id