Menit FOMC Malam Ini: Pasar Siap Kaget, Emas Siap Bergejolak
Pasar global memasuki fase “menunggu” menjelang rilis Risalah Rapat FOMC dari rapat 27–28 Januari, yang dijadwalkan keluar malam pada waktu Indonesia. Risalah ini penting karena memberi konteks lebih dalam: seberapa kompak pejabat The Fed untuk menahan suku bunga, dan seberapa besar ruang pemangkasan ke depan.
Dari sisi data, pasar tenaga kerja AS masih solid. Laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan nonfarm payrolls Januari meningkat 130.000 dan tingkat kemiskinan turun menjadi 4,3% cukup kuat untuk membuat The Fed merasa tidak perlu terburu-buru melonggarkan kebijakan.
Namun, dari sisi inflasi, tekanan harga terlihat lebih “jinak” dibandingkan ekspektasi. CPI Januari naik 0,2% (m/m), lebih rendah dari perkiraan konteks 0,3%. Hal ini memberi motivasi kepada pemerintah yang menilai inflasi sedang bergerak ke arah yang benar, meski belum sepenuhnya aman.
Di akhir menit berperan sebagai “penerjemah niat” The Fed: apakah data inflasi yang lebih lembut cukup untuk membuka jalan pemangkasan, atau justru data tenaga kerja yang kuat akan membuat The Fed memilih “higher for long”. Dalam komentar teranyar, Gubernur The Fed Michael Barr menegaskan suku bunga kemungkinan perlu ditahan “untuk beberapa waktu” sampai ada bukti lebih kuatnya inflasi bergerak berkelanjutan menuju target 2%.
Di sisi lain, nada yang sedikit lebih akomodatif tetap ada. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyebut “beberapa” pemangkasan masih mungkin terjadi tahun ini jika inflasi benar-benar kembali ke jalur 2% namun ia juga mengingatkan komponen inflasi jasa masih perlu dicermati. Perbedaan penekanan inilah yang kemungkinan akan tercermin dalam menit sebagai termasuk internal: kapan waktu yang tepat untuk mulai melonggarkan kebijakan.
Prediksi opini untuk menit malam ini: kemungkinan besar risalah menonjolkan tiga pesan. Pertama, The Fed masih ingin lebih banyak konfirmasi sebelum mengunci rute pembatasan. Kedua, risiko “kembali panas” dari inflasi belum hilang, sehingga kehati-hatian tetap dominan. Ketiga, pintu pemotongan tetap terbuka, tetapi syaratnya jelas: inflasi harus konsistensi melemah tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi karena saat ini data tenaga kerja memberi ruang bagi The Fed untuk tidak tergesa-gesa.
Dampaknya ke pasar (base case min cenderung hawkish-hold): emas dan perak berisiko tertahan/tertekan karena ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama biasanya menopang hasil dan mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberi hasil; dolar berpeluang menguat atau setidaknya bertahan solid karena pasar menahan pemotongan harga; sementara minyak cenderung mixed dolar yang lebih kuat bisa menahan kenaikan minyak, tetapi arah pada akhirnya tetap akan banyak faktor yang mempengaruhi geopolitik dan sentimen risiko global.(asd)
Sumber: Newsmaker.id