Laporan Ketenagakerjaan AS Disusun dari Dua Survei Penting: Begini Cara Kerjanya
Menjelang rilis data ketenagakerjaan terbaru dari pemerintah Amerika Serikat, pasar global kembali menyoroti struktur dasar dari laporan pekerjaan bulanan yang sering mengguncang pergerakan dolar, emas, dan pasar saham. Employment Situation Report, yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics (BLS), ternyata tidak berasal dari satu set data tunggal, melainkan terdiri dari dua survei utama, yaitu survei rumah tangga (Household Survey) dan survei perusahaan (Establishment Survey).
Menurut BLS, survei rumah tangga dilakukan melalui wawancara kepada sekitar 60.000 rumah tangga di seluruh AS. Survei ini menjadi dasar perhitungan tingkat pengangguran (Unemployment Rate) yang dipantau ketat oleh Federal Reserve sebagai indikator kesehatan ekonomi. Survei ini mencatat perubahan jumlah orang yang bekerja, pengangguran aktif yang mencari pekerjaan, hingga partisipasi angkatan kerja. Selain itu, survei ini juga mencatat data demografi pekerja termasuk usia, gender, tingkat pendidikan hingga komposisi jenis pekerjaan.
Sementara itu, survei perusahaan (Establishment Survey) mengumpulkan data dari lebih dari 122.000 perusahaan dan 666.000 lokasi kerja untuk mengukur perubahan jumlah tenaga kerja non-pertanian (Nonfarm Payrolls / NFP). Survei ini digunakan pasar sebagai indikator utama laju pertumbuhan ekonomi dan permintaan tenaga kerja. Survei ini juga melaporkan data tambahan seperti pertumbuhan upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) dan rata-rata jam kerja per minggu, yang sangat berpengaruh terhadap inflasi serta kebijakan suku bunga The Fed.
Analis pasar menjelaskan bahwa kedua survei ini sering menunjukkan hasil yang berbeda karena sumber datanya tidak sama. Survei perusahaan tidak menghitung pekerja informal dan wiraswasta, sementara survei rumah tangga dapat mencatatnya. Perbedaan ini menjadi salah satu alasan kenapa angka NFP dan tingkat pengangguran kadang tampak tidak sejalan.
Pelaku pasar global memperhatikan rilis gabungan data ini karena dampaknya yang signifikan terhadap pasar keuangan. NFP yang lebih kuat dari perkiraan biasanya mendorong penguatan dolar dan tekanan pada harga emas, sementara angka pengangguran yang meningkat biasanya direspons sebagai tanda melambatnya ekonomi, yang dapat meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga.
Di tengah meningkatnya volatilitas menjelang rilis terbaru, analis menegaskan bahwa pemahaman terhadap struktur dua survei ini menjadi sangat penting, terutama setelah terjadinya penundaan dan pembatalan laporan pekerjaan untuk Oktober akibat shutdown pemerintah AS.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id