• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

10 November 2025 12:50  |

Shutdown Bikin Dolar Melemah: Apakah DXY Akan Jatuh Lebih Dalam atau Siap Rebound?

Nilai indeks Dolar AS (DXY) tampak bergerak hati-hati di kisaran 99,5 hingga 100, setelah sempat melemah di awal pekan akibat meningkatnya ketidakpastian fiskal yang disebabkan oleh penutupan sebagian operasi pemerintahan Amerika Serikat (shutdown). Ketidakpastian ini menekan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi AS dalam jangka pendek.

Dolar AS mencerminkan kekuatan ekonomi Negeri Paman Sam terhadap sejumlah mata uang utama dunia seperti euro, yen, dan poundsterling. Nilainya sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Federal Reserve, data ekonomi makro, serta sentimen risiko global.

Dalam kondisi normal, dolar menguat ketika ekonomi AS solid dan The Fed bersikap hawkish. Namun saat ini, situasinya berbeda. Shutdown pemerintah AS telah menimbulkan perlambatan ekonomi karena aktivitas birokrasi dan proyek-proyek publik tertunda, serta laporan data penting seperti tenaga kerja dan inflasi mengalami keterlambatan publikasi.

Menurut laporan Reuters, pelaku pasar menilai situasi ini menurunkan kepercayaan terhadap stabilitas fiskal AS, sehingga sebagian investor beralih ke aset lain yang lebih aman seperti emas dan yen Jepang. “Shutdown kali ini memperlambat roda ekonomi dan menciptakan tekanan pada dolar karena ketidakpastian kebijakan fiskal meningkat,” tulis laporan tersebut.

Meski begitu, beberapa analis menyebutkan dolar berpotensi pulih jika ada tanda-tanda bahwa kebuntuan di Kongres dapat segera diselesaikan. Harapan bahwa pemerintah akan kembali beroperasi penuh mendorong DXY naik tipis di atas level 99,50 pada perdagangan terakhir.

Secara keseluruhan, fundamental dolar saat ini masih cenderung netral hingga sedikit melemah, dengan risiko tambahan jika data ekonomi berikutnya menunjukkan pelemahan lanjutan.

Secara teknikal, indeks dolar berada dalam fase konsolidasi. Grafik menunjukkan pola “menunggu arah” dengan resistensi kuat di kisaran 100,5 dan support di area 98–99.

Jika DXY berhasil menembus level 100,5 dengan volume yang kuat, peluang penguatan menuju 101–102 terbuka lebar. Namun bila indeks kembali menembus di bawah 98,5, tekanan jual dapat meningkat hingga menguji area 97,0.

Indikator teknikal seperti moving average dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan momentum yang masih lemah. Hal ini mengindikasikan pasar belum memiliki keyakinan arah yang jelas — mencerminkan kekhawatiran terhadap lambannya pemulihan ekonomi akibat shutdown.

Shutdown pemerintah AS telah menjadi faktor utama yang menekan indeks dolar dalam beberapa minggu terakhir. Ketidakpastian fiskal, tertundanya data ekonomi, dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed telah menahan laju penguatan dolar.

Namun, jika negosiasi di Kongres AS membuahkan hasil dan pemerintahan kembali beroperasi penuh, maka rebound dolar bukan hal yang mustahil, setidaknya dalam jangka pendek.

Untuk sementara, arah dolar masih bergantung pada perkembangan politik Washington dan sinyal kebijakan moneter dari Federal Reserve dalam beberapa minggu ke depan.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai