• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

10 November 2025 12:27  |

The Fed Dilema! Shutdown AS Mulai Guncang Ekonomi, Emas Jadi Pelarian Utama ?

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (10/11) ini, didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) serta ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Penguatan harga juga didukung oleh pelemahan terbatas dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang mulai turun dari level tertingginya. Kondisi tersebut membuat emas lebih menarik bagi investor yang mencari lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Beberapa analis menyebutkan bahwa prospek fundamental emas masih positif di tengah perlambatan ekonomi Amerika Serikat yang kian terasa akibat dampak penutupan sebagian aktivitas pemerintahan (government shutdown). Shutdown tersebut menyebabkan keterlambatan proyek-proyek publik, gangguan pada layanan administrasi, serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas fiskal AS. “Pasar mulai mempertimbangkan skenario soft landing, di mana tekanan inflasi menurun namun pertumbuhan juga melambat — kondisi ideal bagi emas untuk bertahan di level tinggi,” kata analis dari FXStreet dalam laporannya. Sementara itu, investor juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan stimulus China yang berpotensi meningkatkan permintaan logam mulia.

Dari sisi teknikal, harga emas spot (XAU/USD) saat ini bergerak di kisaran US$4.050 per troy ounce, dengan area support kuat di US$3.950 dan resistance di US$4.050–4.070. Indikator RSI berada di level netral sekitar 53, menandakan pasar tengah menunggu arah selanjutnya. Jika emas mampu menembus area resistance dan bertahan di atas US$4.050, potensi penguatan lanjutan menuju US$4.100 terbuka lebar. Sebaliknya, penurunan di bawah US$3.950 bisa memicu koreksi menuju US$3.900.

Secara keseluruhan, tren jangka menengah emas masih cenderung bullish, meski dalam jangka pendek pasar berpotensi mengalami konsolidasi. Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan dolar AS, perkembangan krisis fiskal di Washington, serta pernyataan pejabat The Fed menjelang rilis data inflasi pekan depan, yang bisa menjadi penentu arah emas berikutnya.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai