Trump Isyarat Damai, Emas “Napas Lagi” di Tengah Repricing Suku Bunga
Emas menguat setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal konflik dengan Iran bisa segera mereda, memicu pelemahan dolar dan penurunan tajam harga minyak. Bullion sempat naik hingga 0,9% menembus US$5.180/oz, membalik penurunan sesi sebelumnya, seiring pasar merespons narasi “resolusi sangat segera” meski Trump juga menegaskan konflik belum tentu berakhir pekan ini. Penurunan crude lebih dari 10% menjadi katalis penting karena meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya melonjak akibat risiko gangguan Selat Hormuz dan serangan pada infrastruktur energi.
Dari sisi transmisi pasar, meredanya minyak dan dolar memberi ruang bagi emas lewat dua kanal: tekanan inflasi yang menurun berpotensi membuka kembali peluang pemangkasan suku bunga (menurunkan opportunity cost emas), sementara sentimen risiko yang sedikit membaik mengurangi kebutuhan likuiditas yang sempat membuat emas dijual saat ekuitas global jatuh. Namun pergerakan tetap rapuh karena pasar masih “mengunci” skenario suku bunga tinggi lebih lama; komentar TD Securities menyoroti holdings emas tertekan saat ekspektasi rate cut dipangkas, meski ada indikasi “buy the dip” di pasar fisik OTC dengan volume terbatas. Fokus berikutnya ada pada kejelasan rencana pengawalan tanker AS di Selat Hormuz, arah minyak, dan apakah repricing suku bunga kembali bergeser jika ketegangan geopolitik benar-benar mereda.
Harga Emas Pada Saat analisis ini Di Rilis Berada Pada Level $ 5.176
- Beli jika harga bergerak di Level $ 5.183
- Jual jika harga bergerak di Level $ 5.168
Resistance 2: $ 5.303
Resistance 1: $ 5.220
Support 1: $ 5.033
Support 2: $ 4.930
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.(asd)