Nikkei Melemah Tipis, Tapi Ada Cerita Menarik di Balik Layar
Bursa saham Jepang ditutup melemah tipis pada Rabu, dengan indeks Nikkei 225 turun 0,1% atau 52,30 poin ke level 50.602,80. Pelemahan ini terjadi menjelang keputusan penting The Fed, sementara yen sempat anjlok tajam semalam sebelum akhirnya stabil di sekitar 156,64 per dolar. Pasar saat ini menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps di kisaran 3,50%–3,75% mencapai 89%, tapi hanya melihat kemungkinan kecil untuk pemotongan lanjutan pada Januari karena ekspektasi panduan yang cenderung hawkish.
Dari sisi data, harga produsen Jepang (producer prices) naik 0,3% di November, terdorong oleh sektor energi dan logam. Harga ekspor sedikit naik, sementara biaya impor justru turun 0,5%, yang bisa membantu meredam tekanan biaya bagi pelaku usaha dalam negeri. Pergerakan ini memberi gambaran bahwa tekanan harga di level produsen mulai bergerak naik, namun masih dalam batas yang relatif terkendali.
Di level emiten, beberapa saham mencuri perhatian. Renova turun 0,6% meski mengonfirmasi bahwa fasilitas tenaga surya dan biomassa mereka di wilayah Tohoku tidak terdampak gempa lepas pantai Aomori pada 8 Desember. Liberaware anjlok 14% setelah mengumumkan aliansi modal dan bisnis dengan Kyushu Electric Power, yang akan membeli 35.800 saham baru senilai sekitar 50 juta yen. Di sisi lain, Seven Bank justru menguat 1,9% setelah melaporkan jaringan ATM domestik naik 2% menjadi 28.338 unit, dengan jumlah transaksi bulanan dan rata-rata transaksi harian per mesin juga ikut meningkat.(asd)
Source: Newsmaker.id