Saham Asia Rally, Fokus pada Ekonomi dan Suku Bunga
Saham Asia dibuka menguat pada awal pekan, dengan Jepang memimpin lonjakan setelah Bank of Japan (BoJ) mengurangi kekhawatiran terkait rencana penjualan ETF besar-besaran. Indeks Nikkei-225 melonjak 1,3%, pulih setelah komentar BoJ yang sebelumnya menekan pasar. Saham di Australia dan Korea Selatan juga ikut menguat. Sementara itu, indeks dolar naik tipis 0,1%, dan harga minyak naik 0,3% setelah mengalami penurunan kecil pekan lalu.
Pernyataan Bank of Japan tentang rencana jangka panjang untuk mengurangi kepemilikan ETF membantu meredakan kekhawatiran pasar Jepang. Sentimen positif juga didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan kemajuan dalam hubungan dengan China, termasuk rencana pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Wall Street menutup pekan dengan kenaikan, didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut yang dapat memperbaiki prospek keuntungan perusahaan.
Namun, pasar AS menghadapi ketidakpastian setelah Trump mengusulkan kenaikan biaya aplikasi visa H-1B sebesar $100.000, langkah yang mempengaruhi industri teknologi, terutama di California. Usulan tersebut menambah tekanan pada sektor teknologi global, khususnya di India, yang sudah mengalami pertumbuhan lambat dan ketegangan antara Trump dan Perdana Menteri Narendra Modi.
Di China, fokus investor tertuju pada suku bunga pinjaman jangka satu dan lima tahun yang diperkirakan akan tetap stabil untuk bulan keempat berturut-turut. Data ekonomi penting dari Eropa dan indikator inflasi dari Federal Reserve juga akan menjadi perhatian pekan ini, ditambah dengan pidato Ketua Fed Jerome Powell yang akan membahas prospek ekonomi pada hari Selasa.(ads)
Sumber : Newsmaker.id