USD Melemah, Rate Cut Mengintai
Dolar AS turun pada hari Kamis (16/10) seiring keyakinan pasar pada pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini makin tebal, sementara tanda-tanda deal politik Prancis mengangkat euro.
Pada pukul 04:45 ET (08:45 GMT) Indeks Dolar 98,342 (-0,2%), mengarah ke penurunan mingguan -0,3%.
Kenapa USD turun?
Ekspektasi pelonggaran bertambah: Pasar menilai pemangkasan 25 bps pada FOMC 28–29 Oktober, disusul penurunan lagi di Desember, lalu tiga kali lagi tahun depan (data LSEG).
Sinyal The Fed: Powell menilai risiko penurunan ketenagakerjaan meningkat; Beige Book mencatat momentum aktivitas sedikit memudar dalam 8 minggu terakhir.
Konteks terbaru: Bulan lalu The Fed memotong suku bunga pertama kali sejak Desember ke 4,00%–4,25%.
Terhadap mata uang utama lain:
EUR/USD naik 0,1% ke 1,1659 — tertinggi sepekan; sentimen terbantu prospek Perdana Menteri Sebastien Lecornu lolos dua mosi tak percaya usai menunda reformasi pensiun.
GBP/USD naik 0,3% ke 1,3436 — didukung PDB Inggris +0,1% m/m (Agustus) setelah stagnan di Juli.
USD/JPY turun tipis ke 151,06 — keraguan politik Jepang menambah dorongan penguatan yen.
USD/CNY melemah ke 7,1253 — stabilisasi berlanjut usai serangkaian fixing PBoC yang kuat.
AUD/USD turun 0,1% ke 0,6503 — data kerja Australia lesu, pengangguran melonjak ke 4 tahun tertinggi; spekulasi RBA cut awal November meningkat.
Agenda & Risiko ke Depan
FOMC 28–29 Okt: Apakah The Fed mengonfirmasi jalur pemangkasan?
Trump–Xi @ APEC (akhir Okt): Tenggat 10 Nov untuk gencatan tarif 90 hari jadi fokus pasar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id