Dolar Turun Pasca Penjualan Ritel
Indeks dolar turun ke 106,8 pada hari Jumat (14/2) pasca angka penjualan ritel yang jauh lebih lemah dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran akan kekuatan belanja konsumen AS.
Penjualan ritel turun 0,9% bulan lalu, dibandingkan dengan perkiraan penurunan yang lebih kecil sebesar 0,1% dan penjualan kontrol yang digunakan untuk menghitung PDB turun 0,8%.
Belanja konsumen kemungkinan terdampak oleh cuaca buruk dan kebakaran hutan di LA. Sementara itu, baik CPI maupun PPI melampaui perkiraan, meskipun komponen PPI yang masuk ke indeks PCE, pengukur inflasi pilihan Fed, menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Data tersebut telah memperkuat sikap hati-hati Fed terhadap pemotongan suku bunga, dengan Ketua Powell menekankan di hadapan Kongres bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan.
Di bidang perdagangan, Trump menandatangani arahan yang menginstruksikan Perwakilan Dagang AS dan Sekretaris Perdagangan untuk mengusulkan tarif khusus negara baru, sebuah proses yang dapat memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Investor menunggu rincian lebih lanjut dan tetap berharap bahwa negosiasi dapat menghindari pungutan tersebut.(yds)
Sumber: Trading Economics