Dolar Australia Tetap Stabil Setelah Risalah Rapat RBA
Dolar Australia (AUD) tetap stabil terhadap Dolar AS (USD) setelah rilis Risalah Rapat November Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa(19/11). Risalah tersebut menunjukkan bahwa dewan RBA tetap berhati-hati tentang potensi inflasi yang terus meningkat, menekankan perlunya kebijakan moneter yang ketat.
Anggota Dewan RBA juga mengindikasikan tidak ada "kebutuhan mendesak" untuk menyesuaikan suku bunga tunai, meskipun mereka membiarkan peluang untuk perubahan di masa mendatang terbuka, dengan mencatat bahwa tidak ada yang dapat dikesampingkan. Prakiraan saat ini didasarkan pada asumsi teknis bahwa suku bunga tunai akan tetap tidak berubah hingga pertengahan 2025.
Dolar Australia memperoleh dukungan setelah pernyataan agresif dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock minggu lalu. Bullock menekankan bahwa suku bunga tunai saat ini cukup ketat dan akan tetap tidak berubah hingga bank sentral yakin tentang prospek inflasi.
Dolar AS (USD) tetap dalam koreksi ke bawah meskipun ada pernyataan agresif baru-baru ini dari pejabat Federal Reserve (Fed). Namun, penurunan dolar mungkin terbatas karena investor mengantisipasi bahwa pemerintahan Trump yang akan datang akan memprioritaskan pemotongan pajak dan tarif yang lebih tinggi. Langkah-langkah ini dapat memicu inflasi, yang berpotensi memperlambat laju pemotongan suku bunga Fed.
Para pedagang sekarang fokus pada data Izin Bangunan dan Pembangunan Perumahan AS bulan Oktober mendatang, yang akan dirilis pada hari Selasa.(Azf)
Sumber: FXStreet