Harga Perak Terkoreksi, Investor Cermati Data AS
Harga perak (XAG/USD) bergerak melemah pada Kamis (4/9), setelah reli kuat yang membawa logam mulia ini ke level tertinggi sejak 2011. Pada sesi AS, perak diperdagangkan di sekitar $40,6 per ons, sedikit turun dibandingkan perdagangan sebelumnya. Koreksi ini terjadi karena aksi ambil untung setelah reli panjang, sementara pasar global mulai menunjukkan ketenangan usai gejolak obligasi pekan ini. Meski demikian, perak tetap bertahan di jalur bullish jangka menengah berkat minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Menguatnya Dolar AS (USD) juga menjadi faktor penekan bagi perak, mengingat harga komoditas berdenominasi dolar cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Namun, prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini tetap memberi dukungan fundamental bagi pergerakan harga. Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, peluang penurunan suku bunga semakin besar, yang berpotensi mengangkat kembali harga perak.
Selain faktor makroekonomi, perak juga mendapat dukungan kuat dari permintaan industri, khususnya sektor energi terbarukan. Permintaan untuk panel surya dan aplikasi teknologi lain terus meningkat, menjaga prospek jangka panjang logam ini tetap positif. Analis menilai, selama harga bertahan di atas $40, prospek bullish masih dominan, dengan potensi uji ulang level psikologis $41 dalam waktu dekat. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id