Libur Panjang Usai, Perak Balik Diuji
Perak bergerak melemah pada sesi Asia Selasa, dengan XAG/USD turun ke area $75,6–$76,0. Data realtime menunjukkan perak di sekitar $75,59 atau turun -1,34% dari penutupan sebelumnya, menandakan minat beli masih tertahan meski logam ini sempat mencoba stabil di awal pekan.
Tekanan muncul karena ekspektasi dovish The Fed masih “terkunci”—data inflasi AS yang melunak belum otomatis mengubah pandangan pasar bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat belum tentu cepat. Reuters mencatat CPI Januari naik 0,2% dan inflasi tahunan turun ke 2,4%, sementara core CPI tahunan berada di 2,5%, tetapi tekanan jasa masih membuat The Fed cenderung hati-hati.
Volatilitas juga sempat mengecil karena perdagangan tipis akibat libur panjang (AS libur Presidents’ Day dan sebagian Asia libur Imlek). Namun pasar Amerika Utara sudah kembali buka, sehingga ruang pergerakan bisa lebih “hidup”, terutama menjelang rilis minutes FOMC pada Rabu (18/2)—catatan yang akan dibaca untuk petunjuk jalur suku bunga berikutnya.
Di luar data, investor juga memantau risiko geopolitik: pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa kembali berlangsung, dan Presiden Donald Trump mengatakan ia terlibat “secara tidak langsung” serta menilai Iran ingin membuat kesepakatan—namun tetap memberi peringatan soal konsekuensi jika gagal. Kombinasi headline Jenewa + minutes The Fed ini berpotensi menentukan apakah tekanan pada perak berlanjut atau justru memicu pantulan.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id