• Wed, Jan 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

21 January 2026 11:23  |

Perak Dekat Rekor, Pasar Panik Greenland & Obligasi

Harga perak turun tipis di bawah $94 per ons pada Rabu, tapi masih bertahan sangat dekat dengan rekor tertinggi sepanjang masa. Permintaan safe haven tetap kuat karena pasar global diguncang ketegangan AS–Eropa terkait Greenland dan gejolak besar di pasar obligasi.

Pemicu utama datang dari memanasnya konflik politik antara Washington dan Eropa. Presiden AS Donald Trump mengancam delapan negara Eropa yang menolak rencananya soal Greenland dengan tarif baru, kecuali ada kesepakatan terkait wilayah tersebut.

Di sisi lain, Uni Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan. Risiko perang dagang pun kembali menguat, membuat investor menahan risiko dan memilih aset yang dinilai lebih “aman”, termasuk logam mulia seperti perak.

Kekhawatiran pasar makin besar karena muncul spekulasi Eropa bisa memakai “senjata finansial” dalam konflik ini. Investor mencermati kemungkinan Eropa memanfaatkan kepemilikan besar atas aset AS—mulai dari saham hingga obligasi—sebagai alat tekanan dalam negosiasi.

Isu itu ikut diperkuat oleh kabar bahwa sebuah dana pensiun Denmark berencana keluar dari US Treasuries. Walaupun belum tentu memicu aksi besar-besaran, rumor seperti ini cukup untuk mengangkat level kecemasan pasar.

Sementara itu, gejolak di pasar obligasi global menambah bensin ke sentimen safe haven. Yield obligasi bergerak naik setelah terjadi aksi jual di obligasi pemerintah Jepang, yang menandakan investor menuntut “imbal hasil lebih tinggi” untuk menahan risiko fiskal.

Aksi jual obligasi Jepang dipicu kekhawatiran kondisi fiskal, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengusulkan penghapusan pajak penjualan 8% untuk makanan. Pasar melihat langkah ini bisa memperlebar beban anggaran dan menambah tekanan pembiayaan.

Di luar isu geopolitik dan obligasi, perak juga mendapat dorongan dari sisi permintaan. Investor ritel di China, India, dan Timur Tengah disebut ikut mendorong “squeeze” global di pasar perak karena kenaikan harga menarik minat beli yang semakin besar.

Gabungan tiga faktor—krisis Greenland, ketakutan perang dagang, dan tekanan di pasar obligasi—membuat perak tetap bertahan di zona tinggi, meski sempat terkoreksi tipis. Selama ketidakpastian ini belum mereda, perak masih rentan bergerak liar.

5 poin penting :

- Perak turun tipis di bawah $94/ons, tapi masih dekat rekor tertinggi.

- Ketegangan AS–Eropa soal Greenland mendorong permintaan safe haven.

- Trump ancam tarif ke 8 negara Eropa; UE menimbang langkah balasan.

- Pasar khawatir Eropa bisa memanfaatkan kepemilikan aset AS; ada kabar dana pensiun Denmark ingin keluar dari US Treasuries.

- Aksi jual obligasi Jepang & kekhawatiran fiskal, plus beli agresif investor ritel Asia–Timteng, ikut mengangkat sentimen perak.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com NM23 Ai