Perak Makin Berkilau: Geopolitik & The Fed Jadi Pemicu
Harga perak menguat ke kisaran $79 per ons pada perdagangan Selasa (6/1), mencatat kenaikan tiga sesi beruntun dan makin mendekati area rekor. Pergerakan ini menunjukkan minat beli masih solid, terutama ketika pasar kembali mencari aset aman di tengah ketidakpastian global.
Dorongan utama datang dari meningkatnya risiko geopolitik setelah operasi militer AS di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Situasi makin sensitif setelah muncul laporan bahwa Presiden Donald Trump membuka peluang aksi lanjutan jika pemerintahan sementara di Caracas tidak mengikuti tuntutan Washington.
Dari sisi makro, perak ikut terbantu oleh pelemahan sentimen terhadap dolar setelah data manufaktur AS lebih lemah dari perkiraan. Komentar bernada dovish dari pejabat Federal Reserve yang menyinggung potensi risiko di pasar tenaga kerja juga membuat pasar kembali memperhitungkan peluang pelonggaran kebijakan, meski tidak dalam waktu dekat.
Fokus investor kini mengarah pada rangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini yang bisa menjadi penentu arah berikutnya. Namun, untuk pertemuan The Fed akhir bulan, pasar masih menilai peluang terbesar tetap pada skenario suku bunga ditahan, dengan probabilitas di atas 80%.
Di luar faktor geopolitik dan suku bunga, reli perak juga ditopang faktor fundamental. Kekhawatiran pasokan yang ketat, permintaan industri yang tetap tinggi, serta aliran investasi ke logam mulia membuat perak punya “bahan bakar” tambahan untuk bertahan kuat, bahkan saat pasar bergantian antara mode risk-on dan risk-off. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id