Perak Ambles Jatuh Tajam Usai Tembus Rekor
Harga perak turun tajam setelah sempat menyentuh level rekor dalam beberapa sesi terakhir. Setelah reli kencang, pasar kini seperti “rem mendadak” karena pelaku pasar mulai ambil untung dan sentimen berubah lebih hati-hati.
Penurunan ini terjadi tak lama setelah perak sempat menembus $80 per ons untuk pertama kalinya. Lonjakan yang terlalu cepat bikin banyak trader menilai pergerakan sudah “kepanasan”, jadi wajar kalau muncul koreksi besar.
Salah satu pemicunya adalah permintaan spekulatif dari China yang sebelumnya mendorong reli. Begitu dorongan itu mulai mereda, harga kehilangan tenaga utama yang sempat mengangkatnya tinggi.
Dari sisi teknikal, banyak indikator menunjukkan perak sudah masuk fase jenuh beli (overbought). Artinya, momentum beli sudah terlalu dominan, sehingga pasar rawan berbalik arah ketika arus beli melemah.
Menariknya, sempat terjadi premi perak di Shanghai yang jauh lebih mahal dibanding harga acuan di London—bahkan melebar sampai sekitar lebih dari $8 per ons. Gap yang ekstrem seperti ini sering jadi sinyal pasar lagi “tidak seimbang” dan rentan koreksi.
Setelah itu, harga perak turun ke area sekitar $71,96 per ons, menandai koreksi besar dari puncaknya. Pergerakan cepat seperti ini biasanya membuat volatilitas meningkat: candle jadi panjang, spread melebar, dan aksi jual bisa terjadi beruntun.
Ke depan, pasar akan memantau apakah koreksi ini cuma profit taking sementara atau berubah jadi penurunan yang lebih dalam. Kuncinya ada di: apakah permintaan fisik kembali masuk, dan apakah sentimen risiko global mendukung logam mulia atau justru menekan.
Poin pentingnya
- Perak anjlok tajam setelah menyentuh rekor baru.
- Sempat tembus $80/ons, lalu koreksi karena reli dinilai terlalu cepat.
- Dorongan spekulatif dari China mulai mereda.
- Indikator teknikal mengarah ke overbought → rawan pembalikan.
- Premi Shanghai vs London sempat melebar ekstrem (pasar tidak seimbang).
- Harga sempat turun ke sekitar $71,96/ons.
- Volatilitas tinggi: pasar menunggu apakah ini koreksi sehat atau awal tren turun lanjutan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id