Perak Tembus di Atas $60, Catat Rekor Tertinggi Baru – ING
Harga perak melesat menembus level $60 per ounce seiring trader mem-price in pemangkasan suku bunga The Fed yang sudah dekat dan kondisi pasokan yang makin ketat.
Analis komoditas ING, Ewa Manthey dan Warren Patterson, mencatat bahwa situasi ini kembali menegaskan pola historis di mana perak cenderung mengungguli emas saat memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter (easing cycle).
Menurut ING, harga perak sempat diperdagangkan di atas $60 per ounce pada sesi perdagangan Selasa sore, menyentuh rekor tertinggi baru. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pekan ini dan kekhawatiran soal pengetatan pasokan. Secara historis, perak biasanya mengungguli emas saat suku bunga riil turun, karena hal itu mendorong alokasi investor sekaligus aktivitas industri.
Sepanjang tahun ini, harga perak sudah naik sekitar 110%, melampaui kinerja emas. Perak juga mendapat dukungan dari kekhawatiran bahwa logam ini bisa menjadi target tarif AS di masa depan, setelah bulan lalu masuk ke daftar mineral kritis versi US Geological Survey. Produksi tambang perak turun sekitar 3% tahun ini, tertekan oleh penurunan kadar bijih dan minimnya pengembangan proyek baru.
Menuju 2026, ING memperkirakan harga perak akan tetap ditopang oleh permintaan industri yang kuat, pertumbuhan pasokan yang terbatas, serta kondisi makroekonomi yang lebih mendukung bagi logam mulia dan aset berwujud lainnya.(yds)
Sumber: FXStreet.com