Hormuz Memanas, Minyak Naik
Harga minyak menguat dari penutupan hari Jumat setelah Iran mengadakan latihan angkatan laut di sekitar jalur pelayaran strategis menjelang dimulainya kembali perundingan dengan Amerika Serikat pada hari Selasa. Pelaku pasar menyatukan risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan, terutama karena ketegangan di kawasan belum benar-benar mereda.
Kontrak WTI untuk pengiriman Maret naik sekitar 1,3% menjadi $63,71 per barel pada pukul 07.15 waktu Singapura. Sementara itu, Brent untuk pengiriman April menguat 1,3% dan ditutup pada $68,65 per barel pada hari Senin. Perdagangan WTI tidak memiliki penyelesaian pada hari Senin karena libur Hari Presiden di AS.
Pemicu utama datang dari kabar bahwa Garda Revolusi Iran sedang melakukan latihan laut di “wilayah” Selat Hormuz, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim. Selat ini dipandang penting karena menjadi jalur pengiriman sekitar seperlima barel minyak dunia sehingga setiap aktivitas militer di area tersebut cenderung langsung diterjemahkan pasar sebagai peningkatan risiko.
Meski harga bergerak naik, aktivitas transaksi justru menipis. Jumlah kontrak Brent yang berpindah tangan dilaporkan jatuh ke level terendah tahun ini, seiring pasar AS dan libur Kanada, serta banyak bursa Asia memasuki perayaan pekan Tahun Baru Imlek. Kondisi volume yang tipis ini membuat pergerakan harga cenderung lebih mudah “melonjak” atau berbalik arah bila muncul headline baru.
Dari sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi disebut telah bertemu dengan kepala badan pengawas nuklir PBB dan membahas “proposal” yang akan ia bawa dalam pembicaraan tidak langsung dengan utusan khusus AS Steve Witkoff pada hari Selasa, menurut televisi pemerintah Iran. Menlu AS Marco Rubio menyatakan harapannya bahwa Washington dan Teheran dapat melampaui ketegangan bertahun-tahun dan pada akhirnya mencapai kesepakatan.
Selain isu Timur Tengah, Jenewa juga dijadwalkan menjadi lokasi negosiasi Rusia–Ukraina pada Selasa dan Rabu. Namun, peluang berakhirnya konflik dengan cepat serta kembalinya pasokan Rusia secara signifikan dinilai masih terbatas. Analis ANZ mengingatkan, pasar saat ini masih dibayangi tembus geopolitik; jika ketegangan Timur Tengah mereda atau ada kemajuan berarti di Ukraina, premi risiko yang menempel pada harga minyak bisa “terlepas” dengan cepat dan mendorong koreksi tajam.(asd)
Sumber: Newsmaker.id