• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 January 2026 17:11  |

Minyak turun 1% karena risiko Iran mereda dan premi geopolitik memudar

Harga minyak terkoreksi sekitar 1% pada Senin (19/1), membalikkan kenaikan sesi sebelumnya. Tekanan datang setelah ketegangan sipil di Iran mereda, sehingga pasar menilai peluang serangan AS—yang berpotensi mengganggu pasokan dari salah satu produsen utama Timur Tengah—ikut menurun. Namun, sentimen belum benar-benar tenang karena pasar masih memantau risiko perang dagang AS–Eropa serta potensi gangguan pasokan dari Rusia hingga Kazakhstan.

Pada pukul 09:12 GMT:

Brent turun 65 sen (1%) ke US$63,48/barel

WTI Februari turun 65 sen (~1%) ke US$58,84/barel

Kontrak Februari akan berakhir Selasa, sementara kontrak WTI Maret (lebih aktif) berada di US$58,77, turun 57 sen (1%)

Iran reda, peluang intervensi dinilai mengecil

Menurut laporan, aksi protes yang dipicu tekanan ekonomi di Iran mulai mereda setelah penindakan keras oleh otoritas. Pejabat Iran disebut mengklaim korban jiwa mencapai 5.000 orang. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump terlihat meredakan nada ancaman intervensi, dengan menyebut di media sosial bahwa Iran telah membatalkan rencana “hukuman gantung massal”—meski Iran tidak mengumumkan rencana tersebut secara resmi.

Dinamika ini dinilai menurunkan peluang intervensi AS yang bisa mengganggu arus ekspor Iran, yang merupakan produsen terbesar ke-4 di OPEC.

Fokus pasar bergeser: perang dagang & permintaan minyak

Analis John Evans dari PVM Oil Associates menilai sentimen hati-hati saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kekhawatiran dampak melebar-nya perang dagang terhadap ekonomi global—yang pada akhirnya menekan permintaan minyak.

“Sentimen kehati-hatian didorong dampak perluasan perang dagang… terhadap perdagangan global dan pada akhirnya permintaan minyak,” kata Evans.

Pasar juga mencermati ketegangan AS–Eropa terkait isu Greenland, yang dinilai berpotensi meningkatkan ketidakpastian dagang dan memperbesar volatilitas.

Risiko pasokan belum hilang: Rusia, cuaca dingin, hingga Kazakhstan

Meski premium geopolitik Iran melemah, pasar belum sepenuhnya nyaman. Evans menambahkan bahwa risiko kerusakan infrastruktur Rusia dan gangguan pasokan distillate tetap jadi perhatian, terutama menjelang proyeksi cuaca lebih dingin di Amerika Utara dan Eropa.

Sementara itu, dari sisi pasokan, perusahaan Kazakhstan Tengizchevroil (dipimpin Chevron) menyatakan telah menghentikan sementara produksi sebagai langkah pencegahan di ladang Tengiz dan Korolev, setelah ada masalah pada sistem distribusi listrik.

Catatan perdagangan

Pasar AS tutup pada Senin karena libur Martin Luther King Jr. Day, yang juga bisa membuat likuiditas lebih tipis dan pergerakan lebih “cepat” saat berita masuk.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai