RUU “Yang Besar dan Indah” Ikut Membuat Emas Berkilau
Donald Trump telah membuat rancangan kebijakn beru yang sepertinya sebentar lagi akan di sahkan oleh kongres AS. RUU yang bertujuan untuk menghidupkan kembali agenda ekonominya yang pernah dijalankan pada masa jabatan pertamanya, dengan fokus pada pemotongan pajak, deregulasi, dan penguatan anggaran militer serta keamanan perbatasan.
RUU pajak terbaru yang diajukan oleh Presiden Donald Trump, yang dikenal sebagai "One Big Beautiful Bill", memiliki dampak signifikan terhadap harga emas. Sejak pengumuman dan perdebatan mengenai RUU ini, harga emas mengalami lonjakan, mencapai lebih dari $3.300 per ons, tertinggi dalam lebih dari seminggu.
Faktor-Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas
Ketidakpastian Fiskal ASRUU ini diperkirakan akan menambah antara $3 triliun hingga $5 triliun ke utang nasional selama dekade berikutnya, meningkatkan rasio utang terhadap PDB hingga 134% pada tahun 2035. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mencari aset safe haven seperti emas. Pelemahan Dolar AS
Dolar AS melemah ke level terendah sejak 7 Mei 2025, membuat emas lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kekhawatiran Inflasi
Pemotongan pajak yang besar tanpa pengurangan belanja yang sepadan dapat meningkatkan defisit anggaran, yang berpotensi memicu inflasi. Emas sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketidakpastian Politik
Perdebatan internal di Partai Republik mengenai RUU ini menambah ketidakpastian politik, yang mendorong permintaan akan aset yang dianggap aman seperti emas.
Investor terkemuka seperti David Einhorn juga memperkirakan bahwa harga emas akan terus naik, bukan karena inflasi semata, tetapi karena menurunnya kepercayaan terhadap kebijakan fiskal dan moneter AS. Hedge fund-nya, Greenlight Capital, mencatatkan keuntungan signifikan berkat lonjakan harga emas.
Untuk pergerakan jangka pendek serta menengah harga emas diperdiksi akan mendapatkan dorongan bila disahkannya RUU ini, sementara untuk jangka panjang dengan adanya RUU ini telah merubah arah dan kembali diprediksi naik dengan Goldman Sachs: Memperkirakan harga emas akan mencapai $3.700 per ons pada akhir 2025, dengan potensi naik hingga $4.500 dalam skenario resesi atau ketegangan geopolitik yang meningkat.
Sementara JP Morgan: Memproyeksikan harga emas rata-rata $3.675 per ons pada kuartal keempat 2025, dengan kemungkinan menembus $4.000 pada pertengahan 2026 jika kekhawatiran resesi berlanjut.
Sumber : (mrv@Newsmaker)