Baik dan Buruknya Perang Dagang Terhadap Perekonomian
Dunia perdagangan global saat ini sedang berada pada fase yang mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, langkah-langkah kebijakat tarif Trump yang telah diluncurkan telah menyebabkan kekacauan terhadap export-import pada hampir Sebagian besar negara-negara di dunia. lalu kenapa Trump harus menetapkan Tarif yang telah menciptakan kekacauan dalam dunia perdagangan ? alasannya tidak lain adalah untuk melindungi produk dan perekonomian dalam negri AS. Akan tetapi jelas negara-negara yang terkena tarif pastinya akan melakukan pembalasan kepada Amerika sehingga hal ini menciptakan sesuatu yang disebut “perang dagang”
Usaha melindungi industri dalam negeri ini sendiri muncul biasanya dipicu persaingan tidak sehat dengan industri asing. Guna mempertahankan dan memperkokoh industri dalam negeri, suatu negara akan melakukan pengurangan impor dan meningkatkan ekspor dengan cara pemberlakuan tarif atau kuota impor.
Perang dagang sendiri pada akhirnya akan menciptakan hal positif dan negatif untuk perekonomian dalam perjalanannya. Mari kita lihat sisi positif dan negatifnya. dampak positifnya adalah:
Beberapa dampak positif dari perang dagang adalah :
1. Melindungi perusahaan dalam negeri dari persaingan tidak adil.
2. Meningkatkan permintaan terhadap barang-barang lokal.
3. Mendorong pertumbuhan lapangan kerja lokal.
4. Memperbaiki defisit perdagangan.
5. Memberi sanksi terhadap negara-negara dengan kebijakan perdagangan yang tidak etis.
6. Dapat membuat terjadinya PHK massal pada sektor padat karya dan manufaktur.
Sementara itu dampak negative dari perang dagang adalah :
1. Menaikkan cost (biaya produksi).
2. Memicu inflasi.
3. Mengurangi pilihan barang di pasar.
4. Memperlambat pertumbuhan ekonomi.
5. Merusak hubungan diplomatis dan pertukaran budaya.
6. Menghambat perdagangan.
Jadi pada intinya adalah apa yang dilakukan oleh Trump telah berefek besar pada dunia perdagangan dan mempunyai kebaikan serta keburukan pada penerapannya yang nantinya akan tergantung pada kebijakan-kebijakan dari negara-negara yang menghadapinya.
Sumber : (mrv@Newsmaker)