Emas Mendapatkan Dukungan Dari Berbagai Sisi
Pada hari Kamis (20/3) pagi ini Ketua The Fed Jerome Powell memberikan proyeksinya tentang pertumbuhan AS yang lebih lambat dan inflasi yang lebih tinggi tahun ini, sambil mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Powell mengatakan kasus dasarnya adalah bahwa setiap kenaikan inflasi yang didorong oleh tarif akan bersifat "sementara," tetapi kemudian menambahkan akan sangat sulit untuk mengatakan dengan yakin berapa banyak inflasi yang berasal dari tarif dibandingkan faktor-faktor lain. Dia juga mengatakan kemungkinan resesi telah meningkat, meskipun tidak tinggi.
Disatu sisi kita telah melihat bahwa hasil dari perang dagang dan pemberian tarif yang dilakukan oleh Trump terhadap beberapa negara tidaklah memberikan dampak yang bagus untuk Amerika maupun perdagangan global. Dengan pernyataan Powell tersebut bisa di tarik kesimpulan bahwa adanya peningkatan inflasi walaupun dia masih kurang yakin itu berasal dari perang tarif, sehingga suku bunga akan terus dipertahankan tidak berubah.
Emas sendiri sebenarnya sudah mengalami penguatan di lingkungan suku bunga tinggi, logam ini bertahan saat suku bunga Amerika sekarang berada di 4.25%-4.50% yang artinya saat The Fed mempertahankannya semalam ini bukanlah halangan yang berarti untuk Emas dan menjadi lingkungan yang baik untuk pertumbuhannya. Selain itu tensi yang kembali memanas di timur Tengah khususnya di jalur Gazza pada akhirnya membuat lingkungan geopolitik yang kembali rapuh dan tidak stabil sehingga membuat orang kembali mencari aset lindung nilai tradisional sebagai pilihan utama dan yang terbaik diatas semuanya adalah emas.
Sumber : (mrv@Newsmaker)