Perang Dagang Dalam Fokus, Seret Turun Dolar dan Mendorong Emas
Tiongkok telah mengambil langkah cepat untuk membalas tarif yang diberikan Presiden Trump kepada mereka. Negara tersebut telah menerapkan tarif pada produk-produk tertentu seperti batu bara, gas alam cair (LNG), minyak mentah, peralatan pertanian serta truk listrik yang di impor dari AS.
Meskipun telah diterapkan penundaan terhadap tarif yang akan dikenakan pada Kanada dan Meksiko tetapi para pelaku pasar telah menganggap ini telah menjadi ketidakpastian serta ancaman pada ekonomi global hingga membuat mereka berbondong-bondong mencari asset lindung nilai seperti emas.
Disisi lain apa yang telah dilakukan oleh Presiden Trump justru malah menyeret dolar turun sekitar 0.43% hingga ke bawah angka 108.00 akibat adanya tarif balasan yang diberlakukan Cina.
Dengan berlangsungnya perang dagang antara AS vs Cina ini telah mengundang reaksi The Fed untuk berkomentar. Melalui Presiden The Fed San Fransisco, Mary Daly, mengatakan bahwa pekerjaan The Fed terhadap inflasi masih belum usai dan saat ini Bank Sentral masih berada dalam posisi yang kuat untuk menunggu serta menilai dampak dari tarif terhadap inflasi.
Dengan belum adanya ketidakpastian dari The Fed untuk memangkas suku bunganya dapat menjadi sedikit penghalang untuk laju kenaikan emas dan memberikan kewaspadaan pada para pelaku pasar walapun saat ini logam kuning tersebut telah mengalami kenaikan yang kuat hingga terus membuat rekor baru.
Sumber : (mrv@Newsmaker)