Imlek Telah Berlalu, Emas Merosot
Tahun baru China atau Imlek merupakan salah satu event tahunan yang selalu menjadi faktor pendorong harga emas. Hal ini bisa terlihat pada minggu-minggu yang telah terjadi menjelang perayaan tersebut yang bahkan telah mengangkat logam kuning ini hingga menyentuh level tertingginya dua hari pasca berakhirnya event tesebut pada hari Jumat kemarin.
Sebenarnya kenaikan emas hingga menembus level $2800 juga mendapatkan dorongan lain dari ketidakpastian keputusan Presiden Amerika yang baru menjabat Donal Trump terhadap tariff yang akan dikenakan kepada beberapa negara seperti China, Mexico dan Canada yang membuat keraguan pada perdangangan global.
Pada hari Senin ini sendiri mulai terlihat adanya penurunan pada emas seperti yang sudah sering terlihat pada histori-histori sebelumnya pasca Imlek. Kemerosotan terjadi akibat adanya penurunan dalam permintaan fisik terhadap logam mulia akibat berakhirnya event besar tersebut. hal lain yang juga menyeret turun emas adalah keraguan The Fed terhadap inflasi yang dirasa masih cukup tinggi hingga membuat mereka masih belum bisa memangkas suku bunganya.
Untuk jangka pendek, emas terlihat akan menghadapi koreksi terkait aksi profit taking serta kenaikan dolar terkait tarif yang sudah akan diberlakukan terhadap Kanada dan Mexico pada hari selasa besok. Saat ini emas diperdagangkan di $2777 atau turun sekitar 0.7% setelah sempat menyentuh level tertingginya pada hari Jumat di $2816.
Sumber : (mrv@Newsmaker)