Brent Anjlok dari $100, Harapan Diplomasi Menggeser Premi Risiko
Di pasar global, Brent juga turun tajam, anjlok 6,2% ke sekitar US$98 per barel, seiring pasar menangkap sinyal harapan de-eskalasi setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan dorongan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Reuters melaporkan Trump tampak bertekad mengakhiri permusuhan, setelah sebelumnya menunda rencana serangan ke pembangkit listrik Iran selama lima hari dan menyebut pembicaraan dengan pejabat Iran menghasilkan “titik kesepakatan besar”. Namun jalur diplomasi masih rapuh karena Iran disebut lebih memilih bernegosiasi dengan Wakil Presiden JD Vance, menambah ketidakpastian arah gencatan senjata.
Tekanan tambahan datang dari sisi data pasokan AS. Laporan API menunjukkan stok minyak mentah AS naik 2,3 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Maret, berlawanan dengan konsensus yang memperkirakan penurunan 1,3 juta barel. Pasar kini menunggu rilis resmi EIA pada Rabu untuk konfirmasi arah persediaan. Harga minyak mentah AS WTI melemah dan diperdagangkan di sekitar US$86,85.
Harga minyak pada saat analisis ini di rilis berada pada level : $ 98.23
- Beli jika harga bergerak di bawah $ 93.23
- Jual jika harga bergerak di bawah $ 103.23
Resistensi 2: $ 99.597
Resistensi 1: $ 98.913
Support 1: $ 97.323
Support 2: $ 96.417
Perhatian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id