Brent Menguat, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan
Harga Brent menguat pada kamis(12/2) karena pasar kembali menambah risk premium geopolitik: ketegangan AS–Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah (termasuk risiko di jalur pelayaran strategis), sehingga buyer berani masuk meski sentimen global masih campuran.
Yang menarik, kenaikan Brent terjadi walau stok minyak AS melonjak besar (build jauh di atas perkiraan), yang normalnya menekan harga. Artinya, pasar lagi menilai faktor geopolitik dan ekspektasi permintaan (data ekonomi AS yang cukup solid) lebih dominan untuk jangka pendek—sementara arah berikutnya bakal sensitif ke perkembangan headline Iran dan data energi lanjutan.
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $69.21
- Beli jika harga bergerak di bawah $69.30
- Jual jika harga bergerak di bawah $69.10
Resistance 2: $69.60
Resistance 1: $69.40
Support 1: $68.00
Support 2: $68.80
Penafian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id