• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

3 November 2025 09:32  |

“Pasar Berubah Arah: Emas Terkoreksi, Perak Bangkit, Minyak Berayun”

Harga emas mengalami tekanan signifikan di tengah meredanya ketegangan geopolitik global. Sentimen pasar berubah dari cemas menjadi optimis, terutama setelah munculnya sinyal kuat bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok makin dekat menuju kesepakatan dagang. Perubahan ini membuat para pelaku pasar mulai keluar dari aset lindung nilai seperti emas, mendorong harga logam mulia ini kembali turun di bawah level $4.000 per ons. Koreksi ini juga didorong oleh aksi ambil untung teknikal setelah reli ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan sebelumnya.

Fokus investor kemudian beralih ke keputusan Federal Reserve yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Ekspektasi pasar mengarah pada pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun setelah keputusan diumumkan, dan meskipun Fed memangkas suku bunga serta mengakhiri program pengurangan neraca pada akhir tahun, pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyebutkan bahwa pemangkasan suku bunga selanjutnya belum tentu terjadi di bulan Desember, menimbulkan ketidakpastian baru. Pernyataan ini memicu penurunan lanjutan harga emas, yang sempat turun hingga di bawah $3.950 per ons.

Namun tekanan tersebut tak bertahan lama. Emas berhasil bangkit kembali, melonjak lebih dari 2%, setelah investor menimbang ulang dampak dari pemangkasan suku bunga dan ketidakpastian geopolitik yang masih mengintai. Presiden AS mengumumkan pemangkasan tarif impor terhadap Tiongkok dari 57% menjadi 47% sebagai bagian dari langkah awal gencatan dagang. Sebagai imbal balik, Tiongkok berjanji untuk kembali membeli kedelai dan memperluas ekspor tanah jarang, serta menangani penyelundupan fentanil. Meski demikian, pasar saham justru terkoreksi karena ragu terhadap keberlanjutan kesepakatan tersebut.

Menjelang akhir pekan, harga emas bergerak stabil di sekitar $4.000 per ons. Pasar mulai memahami bahwa gencatan senjata dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini tidak serta-merta menghapus persaingan strategis jangka panjang. Meskipun volatilitas menurun, permintaan struktural terhadap emas tetap kuat. Tahun ini, harga emas tercatat naik lebih dari 50%, dengan pembelian bank sentral dunia naik 28% pada kuartal ketiga memberikan fondasi kuat bagi harga emas dalam jangka panjang.

Sementara Harga perak sempat tertekan pada awal pekan, mengikuti jejak emas. Meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok membuat investor beralih ke aset berisiko, mengurangi minat terhadap perak sebagai aset aman. Harga perak sempat jatuh ke kisaran $46 per ons, bahkan menyentuh area $45,50, terendah dalam lebih dari sebulan. Namun tekanan ini mulai mereda seiring mendekatnya keputusan The Fed, di mana pelaku pasar kembali mengambil posisi beli pada logam mulia yang dinilai undervalued.

Pergerakan harga kemudian menjadi lebih stabil. Dolar AS yang menguat akibat komentar hawkish dari The Fed memang membatasi potensi kenaikan perak, namun permintaan industri yang tetap solid—terutama dari sektor energi terbarukan dan elektronik—membantu menopang harga. Akhir pekan ditutup dengan harga perak bertahan di atas $48,5 per ons, naik tipis dibanding pembukaan awal pekan. Volatilitas pasar saham yang meningkat, terutama akibat aksi jual di sektor teknologi, kembali mengangkat minat terhadap logam mulia sebagai pelindung nilai.

 

Disisi lain Pasar minyak global dibuka dengan tekanan berat setelah muncul kekhawatiran bahwa OPEC+ akan mulai meningkatkan produksi mulai bulan depan. Ketakutan akan melimpahnya pasokan membuat harga minyak melemah, meskipun sentimen positif dari gencatan dagang antara AS dan Tiongkok mulai muncul. Situasi diperparah dengan sanksi tambahan dari AS terhadap dua raksasa energi Rusia, Rosneft dan Lukoil. Meskipun Washington memberikan kelonggaran operasional di Jerman dan Lukoil mengumumkan akan melepas beberapa aset luar negerinya, ketegangan tetap membayangi pasar.

Di pertengahan pekan, pasar mendapatkan angin segar setelah data resmi menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar hampir 7 juta barel—jauh lebih dalam dari ekspektasi. Data tersebut, ditambah dengan permintaan bahan bakar yang tetap tinggi, membantu harga minyak untuk bangkit kembali. Sentimen juga didorong oleh pernyataan Presiden AS yang optimis terhadap kelanjutan dialog dagang dengan Tiongkok.

Namun pergerakan tetap terbatas. Minyak hanya bergerak stabil meski didukung oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunga. Sentimen tetap campur aduk, karena ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan AS yang membatasi ketersediaan data ekonomi penting. Menjelang penutupan pekan, harga minyak sedikit menguat setelah beredar laporan mengenai dugaan serangan udara AS ke Venezuela—meski kemudian dibantah. Dolar AS yang menguat tajam membatasi kenaikan lebih lanjut karena membuat minyak lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Sementara itu, Arab Saudi disebut-sebut akan menurunkan harga resmi jual (OSP) ke pembeli Asia, dan OPEC+ bersama produsen non-OPEC lainnya diperkirakan akan tetap menambah pasokan secara moderat dalam waktu dekat.

Konsensus pasar memperkirakan harga Brent akan stabil di sekitar $67,99 per barel dan WTI di kisaran $64,83 per barel pada tahun depan, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara faktor geopolitik, produksi, dan permintaan global.

 

Tinjauan Teknikal.

GOLD

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 4.026, Take profit $ 4.159. Stop loss di $ 3.984. Atau Sell $ 3.930 Take profit di $ 3.796. Stop loss di $ 4.000. 

Silver

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 48.922 Take profit $ 51.168. Stop loss di $ 48.000. Atau Sell $ 47.855 Take profit di $ 45.523. Stop loss di $ 48.050 

BCO

Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 65.55 Take profit $ 66.54. Stop loss di $ 65.00. Atau Sell $ 64.27 Take profit di $ 63.34. Stop Loss di $ 64.90.

 

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.

Related News

Gold Corner

Analisis Mingguan Pergerakan Emas,Perak dan Minyak (21–25 ...

Selama periode 21 hingga 25 Juli, pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis, dipengaruhi oleh gejolak...

28 July 2025 11:22
Gold Corner

BCO Weekly Review And Forecast.

Harga minyak turun pada hari Senin (16/6), memangkas lonjakan 7% pada hari Jumat, karena serangan militer baru oleh Israel da...

23 June 2025 10:35
Gold Corner

BCO Weekly Review And Forecast.

Minyak anjlok lebih dari 7% pada hari Senin (23/6) karena respons Iran terhadap serangan militer AS menyelamatkan infrastrukt...

30 June 2025 09:40
Gold Corner

BCO Weekly Review And Forecast.

Harga minyak turun tipis pada hari Senin (30/6) karena investor mempertimbangkan meredanya risiko Timur Tengah dan kemungkina...

7 July 2025 09:40
BIAS23.com NM23 Ai