Pasar Komoditas Bergejolak: Perak Koreksi, Emas Tertekan, Minyak Melejit
Perak mengalami reli besar-besaran hingga mencapai rekor tertinggi di atas $54 per ons, mencatat lonjakan hampir 40% sejak akhir September. Lonjakan ini dipicu kombinasi faktor makroekonomi dan fisik: permintaan safe haven meningkat di tengah ketegangan global, serta kekhawatiran atas pasokan logam yang ketat.
Namun setelah rekor tersebut, pasar mengalami pembalikan tajam. Dalam beberapa hari berturut-turut, harga perak terkoreksi lebih dari 7%, bahkan turun ke bawah $48,5 per ons. Investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menyusul euforia sebelumnya. Sementara itu, membaiknya sentimen risiko, ditopang oleh harapan stabilisasi hubungan dagang AS–Tiongkok dan optimisme atas berakhirnya shutdown pemerintah AS, turut mengurangi permintaan aset safe haven seperti perak.
Meski demikian, rebound sempat terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran atas kebijakan ekspor teknologi AS ke Tiongkok. Namun di akhir minggu, perak kembali melemah, berkonsolidasi di bawah $49 per ons karena tekanan dari data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan serta prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Sementara Emas sempat mencetak rekor baru melampaui $4.380 per ons. Lonjakan ini didorong oleh dorongan fundamental seperti pembelian bank sentral, arus masuk ETF, kekhawatiran geopolitik, defisit fiskal AS, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Bahkan narasi bahwa independensi The Fed terancam ikut menyulut FOMO (fear of missing out) di pasar emas.
Namun sehari setelah mencetak rekor tersebut, harga emas mengalami kejatuhan tajam—penurunan harian terbesar sejak 2013. Koreksi ini menimbulkan perdebatan: apakah tren bullish telah berakhir, atau ini hanya jeda sehat dalam reli yang lebih besar? Sentimen pasar memburuk akibat meredanya tensi dagang AS–Tiongkok dan penguatan dolar.
Pasar emas kemudian mencoba stabil. Meski belum mampu menembus solid di atas $4.100, ada upaya rebound setelah laporan inflasi AS menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali menguat, menopang harga emas. Namun, koreksi mingguan tetap terjadi karena arus keluar besar dari ETF berbasis emas dan sinyal bahwa harga mungkin telah berada di wilayah jenuh beli.
Komoditas lainnya ,Pasar minyak diawali dengan tekanan kuat akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dan meluasnya contango dalam struktur harga futures. Produksi AS yang tinggi dan rencana OPEC+ menambah suplai membuat harga sempat menyentuh titik terendah lima bulan.
Namun arah berubah setelah pasar menilai ulang risiko pasokan. Data stok minyak mentah AS yang turun—berlawanan dengan prediksi kenaikan—menambah dorongan bullish. Lonjakan lebih dari $2 per barel terjadi setelah Menkeu AS mengisyaratkan sanksi besar terhadap Rusia akan diumumkan. Ini menambah risiko gangguan pasokan global.
Puncaknya, harga minyak melonjak hampir 5% dalam sehari setelah AS resmi menjatuhkan sanksi pada Rosneft dan Lukoil. Sanksi ini menimbulkan reaksi cepat: perusahaan-perusahaan energi di Tiongkok dan India mulai menunda atau mempertimbangkan pemangkasan impor minyak Rusia.
Namun, menjelang akhir pekan, harga kembali melemah karena pasar mulai meragukan komitmen penuh pemerintahan Trump dalam menegakkan sanksi tersebut. Meskipun begitu, secara mingguan minyak tetap mencetak kenaikan lebih dari 7%, menjadi minggu terbaik sejak pertengahan Juni.
Tinjauan Teknikal.
Silver
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 49.448 Take profit $ 51.373. Stop loss di $ 48.922. Atau Sell $ 47.893 Take profit di $ 45.939. Stop loss di $ 48.614
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 65.89 Take profit $ 67.09. Stop loss di $ 64.81. Atau Sell $ 64.70 Take profit di $ 62.20. Stop Loss di $ 65.50.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 4.099, Take profit $ 4.245. Stop loss di $ 4.030. Atau Sell $ 4.000 Take profit di $ 3.823. Stop loss di $ 4.020.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.