Emas Dan Perak Meroket, Minyak Terombang-Ambing
Harga perak,emas,dan minyak mentah mengalami fluktuasi tajam sepanjang pekan, mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, dan arah kebijakan moneter global.
Perak (XAG/USD) mencuri perhatian setelah melesat mendekati $50 per ons rekor tertinggi sepanjang masa didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, kekhawatiran makro ekonomi akibat penutupan pemerintah AS yang terus berlangsung, serta lonjakan permintaan terhadap aset lindung nilai (safe haven). Meskipun sempat terkoreksi tipis karena penguatan dolar dan aksi ambil untung, logam putih ini tetap bertahan di wilayah positif. Katalis tambahan datang dari sektor industri, terutama energi terbarukan dan elektronik, yang menjaga permintaan fisik tetap kuat. CEO Silver Institute bahkan menegaskan bahwa dalam iklim ekonomi penuh risiko seperti saat ini, investor cenderung mencari perlindungan di “aset keras” seperti perak.
Sejalan dengan itu, emas (XAU/USD) mencetak rekor baru, tembus di atas $4.000 per ons untuk pertama kalinya. Lonjakan ini tidak lepas dari situasi politik dan fiskal yang rapuh di AS, serta absennya data ekonomi penting karena shutdown pemerintah, yang mendorong investor kehilangan acuan fundamental dan memilih logam mulia sebagai pelindung nilai. Krisis politik di Eropa dan kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve turut memperkuat momentum bullish emas. Meskipun sempat turun karena gencatan senjata di Gaza dan aksi ambil untung, harga kembali naik saat Presiden Trump menyulut ketegangan baru dengan Tiongkok. Penolakan pertemuan dengan Presiden Xi dan ancaman tarif baru kembali memicu pelarian modal ke emas, mempertegas posisinya sebagai aset safe haven utama.
Sementara itu, pasar minyak mentah bergerak dinamis dan cukup volatil. Harga sempat menguat setelah OPEC+ mengumumkan rencana peningkatan produksi yang lebih kecil dari perkiraan, menunjukkan kehati-hatian mereka terhadap potensi surplus global. Penguatan berlanjut didorong oleh laporan peningkatan konsumsi minyak AS dan tidak adanya kemajuan damai di Ukraina, yang mengisyaratkan sanksi terhadap Rusia akan tetap berlaku. Namun, sentimen berubah drastis setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata, meredakan ketegangan kawasan dan menekan harga minyak. Tekanan semakin kuat ketika Presiden Trump mengancam kenaikan tarif atas impor dari Tiongkok, yang langsung memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global—ancaman nyata bagi prospek permintaan energi dunia.
Secara keseluruhan, logam mulia terus mendominasi minat beli investor di tengah ketidakpastian global, sementara minyak cenderung lebih rentan terhadap perubahan sentimen jangka pendek. Pasar saat ini berada dalam fase reaktif, dengan setiap perkembangan geopolitik atau pernyataan kebijakan memiliki dampak signifikan terhadap arah harga komoditas utama dunia ini.
Tinjauan Teknikal.
Silver
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 50.000 Take profit $ 51.259. Stop loss di $ 49.560. Atau Sell $ 49.540 Take profit di $ 48.466. Stop loss di $ 49.990
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 62.97 Take profit $ 64.20. Stop loss di $ 62.56. Atau Sell $ 62.15 Take profit di $ 58.99. Stop Loss di $ 62.40.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 4.060, Take profit $ 4.174. Stop loss di $ 3.985. Atau Sell $ 3.974 Take profit di $ 3.889. Stop loss di $ 4.010.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.