Logam Mulia Rally, Minyak Tergelincir.
Harga perak terus menunjukkan kekuatan luar biasa, diperdagangkan di level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Lonjakan ini didorong oleh ekspektasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga, terutama setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan pelonggaran tekanan harga. Ketika ketidakpastian politik meningkat akibat kebuntuan dalam pengesahan anggaran pemerintah AS, investor berbondong-bondong mencari perlindungan di aset safe haven seperti perak.
Permintaan terhadap perak semakin tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran akan penutupan pemerintahan yang berkepanjangan. Ketika pasar global dibayangi ketidakpastian, logam putih ini menjadi pilihan utama, terlebih dengan spekulasi kuat bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan. Meskipun sempat terkoreksi karena aksi ambil untung, perak tetap mencatatkan tren kenaikan mingguan berturut-turut dan diperkirakan akan terus menarik minat investor global.
Disisi lain,Emas juga mengalami reli kuat dan nyaris menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa. Dorongan utama datang dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya risiko politik akibat potensi shutdown pemerintahan yang belum menemukan titik temu. Pasar tenaga kerja AS yang mulai melemah juga ikut memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter.
Meskipun sempat terkoreksi karena aksi ambil untung serta komentar hati-hati dari pejabat The Fed yang mengingatkan agar tidak gegabah menurunkan suku bunga lebih lanjut, sentimen terhadap emas tetap positif. Penundaan data ekonomi penting seperti NFP membuat pelaku pasar mengandalkan indikator alternatif yang cenderung melemah, sehingga emas terus menjadi primadona sebagai aset lindung nilai di tengah kabut ketidakpastian ekonomi dan politik.
Berbeda dengan logam mulia, harga minyak mengalami tekanan berat dalam beberapa sesi terakhir. Kekhawatiran akan kelebihan pasokan mencuat setelah kabar bahwa OPEC+ berencana meningkatkan produksi secara signifikan. Ekspektasi ini diperparah oleh dibukanya kembali ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak melalui Turki, mempertebal potensi surplus pasokan di pasar global.
Di sisi lain, tanda-tanda pelemahan permintaan energi ikut membebani harga. Kenaikan stok minyak mentah dan bensin di Amerika Serikat menunjukkan bahwa konsumsi belum pulih, sementara kekhawatiran politik di Washington memperkeruh prospek ekonomi. Meskipun sempat mengalami rebound teknikal, secara mingguan harga minyak tetap mencatatkan penurunan tajam—terbesar dalam lebih dari tiga bulan terakhir.
Penutup
Pasar global saat ini didominasi oleh ketidakpastian kebijakan dan arah ekonomi Amerika Serikat. Perak dan emas mendapat dukungan kuat dari ekspektasi penurunan suku bunga dan kebutuhan investor untuk mengamankan nilai aset. Sebaliknya, minyak justru menjadi korban dari kombinasi tekanan pasokan dan melemahnya permintaan, menciptakan jurang kontras antara logam mulia dan energi. Di tengah ketidakpastian ini, aset-aset safe haven tampaknya masih akan tetap jadi primadona dalam waktu dekat.
Tinjauan Teknikal.
Silver
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 47.974 Take profit $ 50.110. Stop loss di $ 47.365. Atau Sell $ 46.760 Take profit di $ 44.620. Stop loss di $ 47.794
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 65.07 Take profit $ 66.65. Stop loss di $ 64.96. Atau Sell $ 64.50 Take profit di $ 62.18. Stop Loss di $ 65.07.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 3.894, Take profit $ 3.977. Stop loss di $ 3.880. Atau Sell $ 3.841 Take profit di $ 3.765. Stop loss di $ 3.887.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.