Gold Weekly Review And Forecast
Harga emas melanjutkan kenaikannya yang luar biasa pada hari Senin (31/3), yang melampaui level $3.100 per ons dan mencapai rekor tertinggi lainnya, karena ketidakpastian seputar tarif yang akan memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi meningkatkan permintaan safe haven serta menjaga emas batangan tetap pada jalurnya menuju kuartal terkuat sejak 1986. Harga emas spot naik 1% menjadi $3.116,94 per ons pada pukul 01:44 siang waktu AS (1744 GMT), setelah mencapai rekor $3.128,06 sebelumnya. Harga emas berjangka AS naik 1,2% dan ditutup pada $3.150,30.
Harga emas turun pada hari Selasa (1/4) karena aksi profit taking tetapi tetap mendekati rekor tertingginya karena investor beralih ke aset safe haven menjelang pengumuman tarif besar-besaran oleh Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang memiliki ketidakseimbangan perdagangan dengan AS. Harga emas spot turun 0,3% menjadi $3.113,43 per ons pada pukul 1:46 siang waktu timur AS (1746 GMT), setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $3.148,88 hari ini. Harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah pada $3.146. Sementara Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals mengatakan, "Tidak mengherankan melihat sedikit aksi profit take, terutama mengingat pasar telah menjadi agak overbought ... Saya tidak benar-benar melihat banyak perubahan dalam fundamental ... ini merupakan badai yang sempurna untuk emas,".
Harga emas naik mendekati rekor tertingginya pada hari Rabu (2/4), yang didukung oleh permintaan safe haven karena pasar bersiap menghadapi rencana tarif terbaru Presiden AS Donald Trump hari ini. Harga emas spot naik 0,4% menjadi $3.123,05 per ons pada pukul 01:46 EDT (1746 GMT). Harga emas berjangka AS ditutup 0,6% lebih tinggi pada $3.166,20. "Risiko tetap ada bahwa tarif dapat memicu inflasi, yang telah menopang harga emas. Meskipun resesi AS bukanlah skenario dasar kami, risiko tersebut telah membantu mempertahankan minat yang kuat terhadap emas sebagai safe haven," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.
Harga emas pangkas penurunan pada hari Kamis (3/4) pasca jatuh lebih dari 2% dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH), karena aksi jual pasar yang meluas yang dipicu oleh tarif impor Presiden AS Donald Trump telah mempengaruhi pedagang emas batangan. Harga emas spot turun 0,85% menjadi $3.106,99 pada pukul 01:47 EDT (1747 GMT) setelah mencapai rekor tertinggi $3.167,57 pada awal sesi. Harga emas berjangka AS ditutup 1,4% lebih rendah pada $3.121,70. Sementara para pelaku pasar mengaitkan penurunan tersebut dengan beberapa aksi profit take dan margin call di kelas aset lain yang kemungkinan mendorong investor menjual sebagian kepemilikan emas mereka untuk menutupi kerugian.
Emas turun lebih dari 3% pada hari Jumat (4/4), yang menghapus keuntungan dari awal pekan, karena investor menjual emas batangan untuk menutupi kerugian mereka dari kemerosotan pasar yang lebih luas karena perang dagang yang semakin memanas memicu kekhawatiran akan resesi global. Harga emas spot turun 2,6% menjadi $3.030,66 per ons pada pukul 1:03 siang EDT (1703 GMT), pasca mencapai level terendah sesi $3.016,49 di awal sesi. Harga mencapai level ATH di level $3.167,57 pada hari Kamis. Harga emas berjangka AS turun 2,3% menjadi $3.049,20.
Tinjauan Teknikal.
Tekanan Jual Yang luar biasa di dua hari perdagangan akibat kepanikan para pelaku pasar setelah tarif USA sudah dipastikan tarif tarif ke beberapa negara.Bearish break out ( $ 3057 ), Pola ini mengisyaratkan tekanan terhadap gold masih bisa berlanjut.
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $ 3060, Take profit $ 3137 Stop loss di $ 3010. Atau Sell $ 3000, take profit di $ 2879 stop loss di $ 3035
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.