Emas Pecah Rekor, Lalu “Dibanting” Tajam: Pasar Lagi Cari Aman atau Cari Cash?
Emas sempat mencetak rekor baru setelah menembus area $5.100 per ons, dipicu gelombang “cari aman” saat risiko politik global memanas dan kekhawatiran ekonomi meningkat. Sentimen ini ikut mengangkat perak dan platinum hingga menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Ancaman tarif besar dari Presiden Donald Trump ke Kanada mengguncang pasar, sementara rumor potensi intervensi AS–Jepang di pasar valas menambah tekanan pada dolar dan makin menguatkan daya tarik emas.
Setelah itu, emas bertahan di atas level psikologis $5.000 karena ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran arah kebijakan, serta arus keluar dari obligasi dan mata uang. Pelemahan dolar membuat emas terasa lebih murah bagi pembeli global, sekaligus memperkuat narasi perpindahan dari aset berbasis mata uang/obligasi ke aset riil. Di sisi lain, aksi jual obligasi—termasuk di Jepang—membuat kekhawatiran fiskal ikut meningkat, sementara pasar tetap waspada menanti keputusan The Fed.
Reli berlanjut hingga harga emas mendekati $5.400 per ons karena sentimen flight to safety masih dominan. Ketidakpastian ekonomi global, risiko geopolitik, dan arah kebijakan AS yang belum jelas membuat investor bertahan dalam mode defensif. The Fed sendiri menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% dengan inflasi yang masih jauh dari target 2%, sehingga emas tetap punya dukungan fundamental. Faktor tambahan juga muncul dari rencana Tether mengalokasikan sebagian portofolio ke emas fisik, yang memperkuat cerita dukungan permintaan jangka menengah.
Namun setelah reli yang sangat kencang dan nyaris menyentuh $5.600 per ons, emas mendadak “ngerem”. Investor ramai-ramai mengunci profit dan sebagian pelaku pasar butuh likuiditas untuk menutup kerugian di aset lain, terutama saham. Dalam situasi volatilitas meningkat, emas justru diperlakukan seperti “ATM likuiditas”—aset yang paling cepat dicairkan ketika kebutuhan cash mendadak membesar. Tekanan makin kuat karena posisi spekulatif sudah padat, pergerakan harga sebelumnya parabolik, dan indikator teknikal berada di area ekstrem.
Kondisi itu memicu guncangan besar, membuat emas sempat turun tajam hingga menembus kembali ke bawah $5.000 per ons. Dampaknya merembet ke komoditas lain seperti tembaga, sementara dolar AS menguat sehingga komoditas berdenominasi USD menjadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar. Pasar juga makin sensitif terhadap headline, terutama setelah muncul kabar lalu konfirmasi bahwa Trump menyiapkan Kevin Warsh untuk menggantikan Powell, yang langsung mengubah ekspektasi arah kebijakan moneter dan mempercepat aksi “bersih-bersih” posisi leverage.
Di sisi minyak, Brent sempat kehilangan momentum karena pasar menimbang faktor geopolitik, perdagangan, dan pasokan. Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi fokus setelah pengerahan kelompok serang kapal induk AS memunculkan kekhawatiran eskalasi dengan Iran yang berpotensi mengancam aliran energi dari kawasan tersebut. Setelah itu, harga berbalik menguat karena badai musim dingin ekstrem di AS mengganggu produksi minyak mentah dan operasi kilang, memicu kekhawatiran pasokan jangka pendek.
Penguatan minyak makin mendapat tenaga ketika premi risiko geopolitik meningkat seiring ancaman AS yang diperbarui terhadap Iran dan tekanan agar Teheran kembali ke meja perundingan nuklir. Retorika yang semakin keras membuat pasar menambah “risk premium”, mendorong Brent naik lebih jauh. Pada akhirnya, minyak bergerak menuju performa bulanan terbaik dalam beberapa waktu terakhir, ditopang kombinasi gangguan pasokan akibat cuaca dan meningkatnya risiko geopolitik AS–Iran yang kembali memanas.
Tinjauan Teknikal.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $4.936, Take profit $5.217. Stop loss di $4.889. Atau Sell $ 4.784 Take profit di $ 4.551. Stop loss di $ 4.900
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $68.71 Take profit $69.94. Stop loss di $68.39. Atau Sell $65.98 Take profit di $64.01. Stop Loss di $66.20.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.