
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Jepang kembali melemah pada perdagangan Jumat (30/10/2026), dengan indeks Nikkei 225 turun sekitar 1,3% hingga bergerak di bawah level 64.000. Penurunan tersebut mengakhiri tren penguatan selama tiga sesi berturut-turut, seiring meningkatnya tekanan jual pada saham-saham teknologi dan semikonduktor. Sentimen negatif muncul setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi Amerika Serikat mengecewakan investor, sehingga memicu kekhawatiran baru mengenai besarnya biaya investasi kecerdasan buatan (AI) dan prospek keuntungan industri teknologi global.
Tekanan terhadap sektor teknologi meningkat setelah saham Amazon merosot sekitar 7% dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul pengumuman peningkatan tajam belanja modal. Sementara itu, saham Intel anjlok sekitar 23% setelah perusahaan menyampaikan proyeksi kinerja kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan serta mengindikasikan perlambatan pasar komputer pribadi. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran investor bahwa besarnya pengeluaran untuk pengembangan AI belum tentu langsung menghasilkan pertumbuhan keuntungan yang sebanding.
Di Jepang, pelemahan terjadi secara luas pada saham-saham yang berkaitan dengan teknologi dan industri semikonduktor. Kioxia Holdings turun sekitar 6%, Tokyo Electron melemah 3,6%, sementara Advantest terkoreksi 6,1%. Saham SoftBank Group juga kehilangan 4,9%, sedangkan Lasertec mengalami penurunan lebih tajam sebesar 9,1%. Investor kini menantikan laporan keuangan Kioxia dan Tokyo Electron untuk mendapatkan gambaran mengenai permintaan cip, perkembangan investasi AI, serta prospek pertumbuhan industri teknologi Jepang pada beberapa kuartal mendatang.
Selain laporan keuangan, perhatian pasar tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan diumumkan pada Jumat. Bank sentral Jepang secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi pelaku pasar akan mencermati kemungkinan sinyal pengetatan lanjutan di tengah tekanan inflasi dan pergerakan yen. Jika BOJ memberikan pernyataan lebih hawkish dari perkiraan, saham teknologi berpotensi menghadapi tekanan tambahan akibat meningkatnya biaya pembiayaan. Dengan demikian, arah Nikkei berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan teknologi membuktikan hasil investasi AI serta sikap BOJ terhadap prospek suku bunga Jepang.