FOMC Tahan Suku Bunga, Powell Soroti Tarif & Jasa: Disinflasi Lanjut?
Federal Reserve memilih menahan suku bunga pada pertemuan Januari, dan Ketua The Fed Jerome Powell menjelaskan alasannya dalam konferensi pers. Pesan besarnya: ekonomi AS masih cukup kuat, kebijakan saat ini dinilai sudah pas, dan The Fed merasa punya ruang untuk menunggu data sebelum menentukan langkah berikutnya.
Powell menilai kebijakan moneter sekarang mendukung kemajuan menuju dua mandat utama: inflasi turun menuju target dan pasar tenaga kerja tetap sehat. Namun ia mengakui ada titik lemah, terutama sektor perumahan yang masih lesu. Soal potensi shutdown pemerintah, Powell memberi sinyal dampaknya seharusnya bisa “ditangani” dalam kuartal ini.
Untuk pasar tenaga kerja, Powell menangkap gambaran yang lebih “tenang”: kondisi terlihat cenderung stabil, meski laju penambahan pekerjaan melambat. Menurutnya, perlambatan ini bukan cuma karena demand tenaga kerja melemah, tapi juga karena pasokan tenaga kerja (angkatan kerja) ikut turun. Di sisi inflasi, Powell menegaskan inflasi masih di atas target—bahkan PCE inti Desember diperkirakan sekitar 3%—meski ia melihat proses disinflasi masih berjalan, terutama di sektor jasa.
Bagian yang paling dicari pasar ada pada “kompas” kebijakan berikutnya. Powell menyebut suku bunga saat ini berada di kisaran netral yang masuk akal (bahkan di bagian atasnya), dan The Fed berada pada posisi yang baik untuk menentukan seberapa jauh dan kapan penyesuaian tambahan diperlukan. Ia menekankan, tidak ada jalur yang “sudah dikunci”: keputusan akan dibuat per pertemuan sesuai data yang masuk.
Powell juga menyinggung sumber tekanan inflasi yang dinilainya banyak datang dari tarif (lebih ke sisi biaya) dibanding lonjakan permintaan. Ia memperkirakan efek tarif pada barang akan mencapai puncak lalu mereda tahun ini. Untuk risiko mandat, Powell menilai risiko inflasi dan risiko pelemahan pasar kerja sama-sama menurun, meski belum bisa dibilang benar-benar seimbang. Ia menambahkan ekspektasi inflasi jangka pendek sudah “kembali normal”, dan ekspektasi jangka panjang masih menunjukkan keyakinan inflasi kembali ke 2%.
Keputusan FOMC: Suku Bunga Tetap, Dua Anggota Pilih Cut
Dalam keputusan resminya, The Fed mempertahankan Fed Funds Target Range di 3,50%–3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Pernyataan FOMC menilai pertumbuhan ekonomi berlangsung solid, tetapi mengakui ketidakpastian prospek masih tinggi. The Fed juga menegaskan inflasi masih agak tinggi, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan sinyal stabilisasi meski pertumbuhan lapangan kerja tetap relatif rendah.
Voting kebijakan berakhir 10–2. Dua pejabat—Miran dan Waller—berbeda pandangan dan memilih pemangkasan 25 bps, sementara mayoritas memilih menahan suku bunga sambil menunggu konfirmasi arah inflasi dan tenaga kerja pada data berikutnya. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id