EUR/USD Under Pressure, Dollar Sought After Iran Conflict Heats Up
EUR/USD melemah di awal pekan dan bergerak di kisaran 1,178–1,179, seiring investor kembali masuk mode risk-off pasca eskalasi konflik Iran. Saat tensi geopolitik naik, pasar cenderung “parkir” di aset paling likuid, sehingga dolar AS menguat dan menekan euro.
Tekanan pada euro juga datang dari sisi energi. Konflik di kawasan Teluk memunculkan kekhawatiran gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang bisa mengerek harga energi. Buat Eropa, risiko minyak lebih mahal biasanya dibaca sebagai beban tambahan ke inflasi dan pertumbuhan kombinasi yang bikin euro lebih rentan ketika pasar sedang defensif.
Dari sisi kebijakan, ECB sendiri masih menahan suku bunga dan menilai inflasi menuju target di jangka menengah. Namun, di momen seperti ini, arah EUR/USD sering lebih ditentukan oleh arus “flight to safety” dan ekspektasi pertumbuhan global ketimbang faktor domestik Eropa semata.
Ke depan, EUR/USD bakal sangat headline-driven: update konflik, pergerakan harga minyak, dan data ekonomi AS bisa cepat mengubah sentimen dolar. Selama ketidakpastian geopolitik dan risiko energi belum mereda, ruang penguatan euro cenderung terbatas dan volatilitas berpotensi tetap tinggi.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id