
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak menguat di atas US$57 per troy ounce pada perdagangan Jumat (16/10), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan terjadi di tengah aksi jual saham global yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven seperti obligasi pemerintah dan logam mulia. Penurunan yield obligasi turut meningkatkan daya tarik perak sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Sentimen safe haven semakin kuat di tengah meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman terus memanas. Selain itu, sebuah kapal kontainer berbendera Singapura dilaporkan tenggelam di Selat Hormuz setelah terkena proyektil Iran, meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan strategis tersebut.
Di sisi lain, pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve setelah data ekonomi AS menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun pasar saat ini memperkirakan sekitar 72% peluang The Fed menahan suku bunga pada Oktober dan sekitar 92% peluang kenaikan pada Desember.
Analisis Newsmaker: Perak saat ini mendapat dukungan dari arus dana menuju aset safe haven, penurunan yield, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Namun, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap menjadi risiko bagi perak karena dapat kembali mengangkat yield dan dolar AS. Pergerakan XAG/USD selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara permintaan safe haven dan ekspektasi suku bunga.
Sumber: Newsmaker.id