
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah mengalami lonjakan hampir 4% pada perdagangan sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap tegas Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB membuat pasar kembali mempertanyakan peluang tercapainya solusi diplomatik dalam waktu dekat.
Harga Brent crude bertahan di bawah level US$103 per barel setelah sempat melonjak tajam, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$92 per barel. Pada perdagangan terbaru, Brent berada di level US$102,62 per barel, sedangkan WTI berada di sekitar US$91,79 per barel.
Tekanan terhadap pasar energi meningkat setelah Pezeshkian menyatakan Iran tidak akan menerima tekanan dan menetapkan sejumlah syarat sebelum kembali melakukan pembicaraan serius dengan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat optimisme pasar terhadap penyelesaian cepat konflik AS–Iran mulai berkurang dan kembali meningkatkan premi risiko pada harga minyak.
Selain isu geopolitik, pasar juga memperhatikan perkembangan pasokan dari kawasan Teluk. Arab Saudi masih menjadi perhatian setelah kerusakan pada jalur pipa East-West yang menghubungkan wilayah produksi minyak dengan Laut Merah. Jalur tersebut menjadi alternatif penting bagi Saudi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz.
Newsmaker melihat, pergerakan minyak saat ini berada di antara dua kekuatan besar: risiko gangguan pasokan Timur Tengah dan harapan normalisasi hubungan diplomatik. Jika ketegangan AS–Iran terus meningkat atau gangguan di Selat Hormuz berlanjut, harga minyak berpotensi kembali naik. Namun, jika pertemuan diplomasi menghasilkan kemajuan, tekanan terhadap harga minyak dapat kembali muncul karena pasar mulai memperhitungkan pemulihan pasokan global.