
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah pada perdagangan Rabu (23/9) setelah penguatan dolar AS dan komentar hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Harga emas spot turun 0,9% ke level US$4.314,37 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS untuk Desember melemah 0,6% ke US$4.350,80 per ounce.
Tekanan terhadap emas datang dari penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset investasi. Pasar saat ini masih fokus terhadap arah suku bunga The Fed setelah bank sentral AS memberikan sinyal kemungkinan kenaikan tambahan hingga akhir tahun.
Presiden The Fed Richmond Tom Barkin menyatakan bahwa kenaikan suku bunga dan kemungkinan pengetatan lanjutan dapat membantu menekan ekspektasi inflasi dunia usaha tanpa harus memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan restriktif untuk memastikan inflasi kembali terkendali.
Menurut Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, pergerakan emas masih berada dalam kisaran perdagangan yang relatif sempit di area US$4.300–US$4.400. Arah jangka pendek emas akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah, kebijakan The Fed, serta perkembangan harga minyak.
Di sisi geopolitik, ketegangan Timur Tengah masih menjadi faktor yang membatasi tekanan terhadap emas. Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan kemungkinan tindakan keras terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, meskipun upaya diplomasi masih terus berlangsung melalui agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Newsmaker melihat, emas saat ini berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan kebijakan moneter AS dan permintaan aset aman akibat risiko geopolitik. Selama dolar AS tetap kuat dan pasar memperkirakan suku bunga bertahan tinggi lebih lama, ruang penguatan emas dapat terbatas. Namun, perkembangan konflik Iran–AS atau perubahan ekspektasi The Fed dapat menjadi katalis yang mengubah arah pergerakan XAU/USD.
Sumber: Newsmaker.id