
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas XAU/USD masih berada di bawah US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Kamis (22/10) sesi Eropa, meski dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS melanjutkan pelemahan. Kondisi tersebut semestinya memberikan ruang bagi emas untuk rebound, tetapi logam mulia masih kesulitan memanfaatkan momentum karena kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga kembali membayangi pasar.
Ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve menjadi salah satu tekanan utama. Sejumlah pejabat The Fed sebelumnya memberikan sinyal bahwa belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Namun, data inflasi AS yang masih kuat membuat pasar tetap memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada Desember.
Kekhawatiran inflasi kembali meningkat seiring harga minyak yang masih volatil. Kenaikan energi dapat memperbesar tekanan harga dan membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Kondisi tersebut kurang menguntungkan bagi emas karena kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah juga menjadi perhatian. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Tehran masih terbuka terhadap diplomasi, tetapi melihat peluang kemajuan pembicaraan dengan Washington masih terbatas. Di sisi lain, laporan mengenai persiapan AS dan Israel untuk kemungkinan operasi militer terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS berpotensi menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Pergerakan emas selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi AS. Investor menantikan rilis Initial Jobless Claims pada Kamis dan data PMI global pada Jumat untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi serta kemungkinan arah kebijakan The Fed.
Analisis Newsmaker: Emas masih menghadapi tekanan fundamental meski dolar dan yield AS melemah. Selama harga minyak tetap tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember bertahan kuat, ruang rebound emas cenderung terbatas. Namun, pelemahan data ekonomi AS atau berkurangnya ekspektasi pengetatan The Fed dapat menjadi katalis bagi emas untuk kembali menguat. (srh)
Sumber: Newsmaker.id