
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam lebih dari dua pekan pada sesi sebelumnya. Logam mulia tersebut diperdagangkan di sekitar US$4.160 per troy ounce setelah melonjak 1,6% pada Kamis. Penguatan emas didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah aksi jual saham teknologi global, terutama perusahaan semikonduktor yang terdampak kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, emas spot tercatat terkoreksi tipis 0,3% ke level US$4.158,03 per troy ounce pada perdagangan pagi.
Pelemahan saham teknologi mendorong investor mengalihkan dana menuju obligasi pemerintah Amerika Serikat atau Treasury, sehingga menyebabkan imbal hasil obligasi turun sekitar 12 hingga 15 basis poin pada berbagai tenor. Penurunan yield tersebut memberikan dukungan signifikan bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan bunga atau imbal hasil tetap. Ketika yield obligasi melemah, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga daya tariknya sebagai instrumen investasi cenderung meningkat. Kondisi ini membantu emas memulihkan kerugian yang sebelumnya terjadi akibat tekanan data inflasi Amerika Serikat.
Dari sisi fundamental, harga emas berhasil bangkit meskipun data inflasi September AS yang dirilis Rabu menunjukkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar. Data tersebut sebelumnya meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi akibat tekanan sektor teknologi membuat investor kembali memburu aset yang dianggap lebih aman. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil setelah melemah 0,3% pada sesi sebelumnya, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk mempertahankan sebagian besar kenaikannya.
Selanjutnya, perhatian investor tertuju pada pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Bangkok. Pelaku pasar akan mencermati pandangannya mengenai perkembangan inflasi, kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga. Pernyataan yang cenderung hawkish berpotensi kembali mengangkat dolar dan yield Treasury sehingga membatasi kenaikan emas. Sebaliknya, apabila The Fed menunjukkan perhatian lebih besar terhadap risiko perlambatan ekonomi, emas berpeluang memperoleh dukungan lanjutan. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak turun 0,5% menjadi US$57,13 per ounce, sementara platinum dan paladium bergerak relatif stabil.